Hardiknas tekankan pendidikan inklusif dan berkualitas (Iwan Maulana Budiman)
MALUKU – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di Kecamatan Weda Utara berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan yang dipusatkan di SMA Negeri 7 Halmahera Tengah ini digelar oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setempat, dengan Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, bertindak sebagai inspektur upacara, Jumat (2/5/2026).
Upacara tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari anggota DPRD, Camat Weda Utara, Koordinator Wilayah Pendidikan, aparat kepolisian, hingga perwakilan dunia usaha seperti PT. MAI dan PT. BPN. Kehadiran para tenaga pendidik dan siswa turut menambah semarak sekaligus kekhidmatan peringatan tahunan ini.
Mengusung tema “Semangat Transformasi Wujudkan Pendidikan untuk Semua”, Hardiknas tahun ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tema tersebut juga menjadi pengingat bahwa akses dan kualitas pendidikan harus terus diperluas secara merata.
Dalam amanatnya, Ahlan Djumadil menegaskan bahwa Hardiknas tidak boleh dipandang sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momen ini harus dimaknai sebagai refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu.
Ia menjelaskan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berbicara soal perubahan kurikulum, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih luas, seperti pola pikir, tata kelola, hingga budaya belajar. Hal ini dinilai penting guna mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan mampu bersaing di era global.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, lanjutnya, terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui sejumlah langkah strategis. Upaya tersebut meliputi penyediaan akses pendidikan gratis, pemberian beasiswa, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan kerja sama dengan dunia industri. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran juga menjadi perhatian utama.
Tak kalah penting, ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas. Di sisi lain, kesejahteraan dan profesionalisme guru juga disebut sebagai prioritas, mengingat peran mereka sebagai ujung tombak dalam proses transformasi pendidikan.
Rangkaian kegiatan Hardiknas diawali dengan upacara bendera, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada seorang guru honorer yang telah mengabdi selama 39 tahun. Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas dedikasi panjang dalam dunia pendidikan, khususnya di wilayah Weda Utara.
Momentum ini juga diwarnai dengan kontribusi dari sektor swasta. Perwakilan PT. MAI menyerahkan bantuan berupa kontainer sampah, sementara PT. BPN memberikan dukungan berupa perangkat komputer kepada Koordinator Wilayah Pendidikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.
Tak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan dialog publik bertema kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan pertambangan dalam memajukan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan guru. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat kemitraan dalam pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.
Seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan tertib. Melalui peringatan Hardiknas ini, diharapkan tumbuh komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor demi menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas di Weda Utara maupun Kabupaten Halmahera Tengah secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Haltengkab.go.id