Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 12:37 WIB

Kedaton Kesultanan Ternate, Jejak Kejayaan Rempah dan Identitas Budaya Maluku Utara

Kedaton Kesultanan Ternate, Jejak Kejayaan Rempah dan Identitas Budaya Maluku UtaraKedaton Ternate, saksi sejarah Nusantara (Humas/Wonderful Ternate)

MALUKU - Di jantung Kota Ternate, Maluku Utara, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang hingga kini masih memancarkan wibawa masa lalu. Kedaton Kesultanan Ternate, yang kerap disebut Istana Sultan Ternate, bukan sekadar objek wisata sejarah, melainkan simbol hidup perjalanan panjang sebuah kerajaan Islam tertua di kawasan timur Nusantara. Dari tempat inilah denyut kekuasaan, budaya, dan diplomasi rempah-rempah pernah mengalir dan memberi pengaruh hingga ke mancanegara.

Sebagai salah satu pusat kekuasaan penting di Asia Tenggara pada masa lampau, Kesultanan Ternate memiliki peran besar dalam jalur perdagangan cengkih dan pala. Kedaton menjadi saksi bisu bagaimana Ternate menjalin hubungan dengan pedagang Arab, Cina, hingga bangsa Eropa yang datang silih berganti. Kini, bangunan bersejarah tersebut menjadi ruang pertemuan antara masa lalu dan masa kini.

Kedaton Kesultanan Ternate dibangun pada tahun 1813 pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Ali. Lokasinya berada di Kelurahan Salero, tepat di atas sebuah bukit kecil yang strategis. Dari titik ini, pengunjung dapat menyaksikan hamparan Laut Halmahera yang luas, sekaligus merasakan suasana sakral yang menyelimuti kawasan istana.

Baca juga: Danau Tolire, Pesona Kawah Vulkanik Misterius di Lereng Gamalama

Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Selain mempertimbangkan aspek pertahanan dan pengawasan wilayah, letak kedaton juga mencerminkan filosofi kekuasaan kesultanan yang dekat dengan alam. Gunung Gamalama yang menjulang di belakang istana seolah menjadi penjaga spiritual, sementara laut di hadapan kedaton melambangkan keterbukaan Ternate terhadap dunia luar.

Secara visual, Kedaton Kesultanan Ternate memiliki bentuk yang unik dan berbeda dari istana kerajaan di wilayah Nusantara lainnya. Bangunan ini dirancang dengan denah segi delapan yang konon menyerupai singa tengah duduk, simbol keberanian, kewibawaan, dan kekuatan seorang pemimpin.

Dominasi warna kuning dan hijau menjadi ciri khas utama kedaton. Kuning melambangkan kemakmuran, kejayaan, serta kebesaran kerajaan, sementara hijau mencerminkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi pemerintahan kesultanan. Bangunan dua lantai ini dibangun menggunakan material kayu pilihan dan bahan tradisional yang kokoh, membuatnya tetap berdiri tegak meski telah melewati ratusan tahun.

Di dalam kedaton, tata ruang disusun dengan memperhatikan fungsi adat dan pemerintahan. Setiap sudut ruangan menyimpan makna simbolik, mulai dari ruang pertemuan, singgasana Sultan, hingga area penyimpanan benda pusaka kerajaan.

Pada masa kejayaannya, Kedaton Kesultanan Ternate berfungsi sebagai pusat pemerintahan sekaligus kediaman resmi Sultan. Dari tempat inilah berbagai keputusan penting diambil, termasuk urusan diplomasi, perdagangan rempah, hingga pengaturan adat dan hukum kesultanan.

Hingga saat ini, kedaton masih memegang peran penting dalam kehidupan budaya masyarakat Ternate. Sultan Ternate tetap menjadikan kedaton sebagai pusat kegiatan adat, termasuk pelaksanaan ritual tradisional dan upacara keagamaan. Hal ini menjadikan Kedaton bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi institusi budaya yang terus hidup dan dijaga keberlanjutannya.

Seiring perkembangan zaman, Kedaton Kesultanan Ternate kini difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai peninggalan berharga kesultanan. Koleksi yang dipamerkan tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Ternate.

Beberapa koleksi utama yang dapat disaksikan pengunjung antara lain mahkota Sultan yang dihiasi bulu burung cendrawasih, senjata tradisional seperti pedang, tombak, serta meriam kuno, hingga manuskrip dan dokumen lama yang berkaitan dengan sejarah pemerintahan dan perdagangan rempah. Selain itu, pakaian adat serta perhiasan kesultanan turut dipamerkan sebagai bagian dari identitas budaya kerajaan.

Di sekitar area kedaton, terdapat pula kompleks makam para Sultan Ternate dan keluarga kerajaan. Keberadaan makam-makam ini menambah nuansa sakral sekaligus menjadi pengingat akan perjalanan panjang kepemimpinan kesultanan dari generasi ke generasi.

Salah satu daya tarik utama Kedaton Kesultanan Ternate adalah keberlanjutan tradisi adat yang masih dijalankan hingga kini. Berbagai upacara adat penting kerap digelar dengan pusat kegiatan di kedaton, menjadikannya ruang budaya yang aktif dan dinamis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wonderful.ternatekota.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kedaton Kesultanan Ternate, Jejak Kejayaan Rempah dan Identitas Budaya Maluku Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!