Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 JULI 2026 • 08:00 WIB

Mengenal Tradisi Unik Peringatan 17 Agustus yang Hanya Ada di Maluku

Mengenal Tradisi Unik Peringatan 17 Agustus yang Hanya Ada di MalukuTradisi unik Maluku meriahkan perayaan kemerdekaan penuh makna budaya

MALUKU - Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momen yang dinanti masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Namun, setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam menyambut dan memaknai peringatan 17 Agustus. Di Provinsi Maluku, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara bendera atau lomba rakyat, tetapi juga dipadukan dengan kekayaan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sebagai daerah kepulauan yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Pulau, Maluku memiliki tradisi gotong royong, adat istiadat, serta seni budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Perayaan Hari Kemerdekaan pun menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarnegeri (desa adat), menghidupkan kembali permainan tradisional, hingga menampilkan atraksi budaya yang menjadi identitas masyarakat Maluku.

Berbagai tradisi tersebut bukan hanya menarik untuk disaksikan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan semangat persatuan yang selaras dengan makna kemerdekaan Indonesia. Tak heran, banyak wisatawan yang sengaja datang ke Maluku pada bulan Agustus untuk menikmati kemeriahan perayaan khas daerah ini.

Perayaan 17 Agustus di Maluku memiliki warna tersendiri karena dipadukan dengan budaya lokal yang masih dijaga hingga sekarang. Meski setiap kabupaten memiliki tradisi berbeda, ada beberapa kegiatan yang hampir selalu dijumpai ketika memasuki bulan kemerdekaan.

1. Kerja bakti dan gotong royong membersihkan negeri
Menjelang Hari Kemerdekaan, hampir seluruh desa atau negeri di Maluku mengadakan kegiatan membersihkan lingkungan secara bersama-sama. Warga bergotong royong membersihkan jalan, pantai, tempat ibadah, hingga balai desa.

Tradisi ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bentuk kebersamaan masyarakat adat yang telah berlangsung sejak lama. Semua kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua, ikut terlibat tanpa memandang latar belakang.

Selain membersihkan lingkungan, warga juga menghias kampung menggunakan bendera Merah Putih, umbul-umbul, janur, hingga ornamen bernuansa merah dan putih.

2. Pawai budaya dan parade adat
Di sejumlah daerah seperti Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, dan Maluku Tenggara, perayaan kemerdekaan sering diramaikan dengan pawai budaya.

Masyarakat mengenakan pakaian adat Maluku lengkap sambil membawa alat musik tradisional seperti tifa. Tidak sedikit rombongan yang menampilkan tarian Cakalele maupun Tari Lenso sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para leluhur.

Pawai budaya menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya Maluku kepada generasi muda sekaligus wisatawan yang datang berkunjung.

3. Pertunjukan musik tifa dan bambu gila
Beberapa daerah juga menghadirkan pertunjukan seni tradisional saat perayaan kemerdekaan. Salah satunya adalah atraksi Bambu Gila yang menjadi ikon budaya Maluku.

Atraksi ini memperlihatkan sebatang bambu yang bergerak liar saat dimainkan oleh beberapa orang, diiringi tabuhan tifa dan ritual adat tertentu.

Walaupun tidak selalu digelar khusus pada tanggal 17 Agustus, pertunjukan ini sering dimasukkan dalam rangkaian festival kemerdekaan karena menjadi daya tarik wisata budaya.

4. Pesta rakyat di lapangan desa
Lapangan desa menjadi pusat kegiatan masyarakat selama bulan Agustus. Selain upacara bendera, masyarakat menggelar bazar UMKM, pentas seni sekolah, pertunjukan musik, hingga makan bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Tradisi Unik Peringatan 17 Agustus yang Hanya Ada di Maluku

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!