Kamis, 08 JANUARI 2026 • 13:44 WIB

Tren Sekolah Tanpa Gadget: Upaya Pemkot Ambon agar Siswa Fokus Literasi dan Terhindar dari Konten Negatif

Author

Ilustrasi ruang kelas tanpa handphone. (AI Generated)

INDOZONE.ID - Pernah merasa kelas menjadi sunyi karena semua orang sibuk dengan layar ponselnya? Tren ini coba diubah oleh Pemerintah Kota Ambon, Maluku.

Mulai sekarang, suasana belajar di jenjang PAUD, SD, hingga SMP di Kota Manise ini akan terasa berbeda dengan adanya bawa handphone atau pembatasan penggunaan telepon seluler di lingkungan sekolah.

Langkah keren ini rupanya terinspirasi dari gerakan global yang sudah lebih dulu populer di mancanegara. Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, F. Taso, menjelaskan bahwa ini adalah upaya untuk membawa kembali fokus siswa ke dunia nyata.

Baca juga: Tak Ada Pesta Kembang Api di Ambon, Warga Diajak Doakan Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

“Kami berkaca dari beberapa negara seperti Prancis, Australia dan negara lainnya, kebijakan pembatasan penggunaan ponsel di sekolah sudah diterapkan. Tujuannya baik, yaitu untuk optimalisasi proses pembelajaran di sekolah,” ungkap F. Taso di Ambon, Rabu (7/1/2026).

Mengutamakan Koneksi Nyata di Sekolah

Secara resmi, kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 420/1580/Dindik yang dirilis pada akhir Desember 2025. 

Tujuannya sederhana namun bermakna: menciptakan ekosistem belajar yang lebih sehat, aman, dan penuh kedisiplinan.

Dijelaskan, dengan mengurangi interaksi di dunia maya selama jam sekolah, diharapkan literasi dan prestasi siswa bisa melejit kembali.

Meski begitu, jangan bayangkan sekolah menjadi kaku. Ponsel tidak dilarang sepenuhnya, hanya saja penggunaannya diatur lebih bijak.

Jika ada urusan darurat atau instruksi khusus dari guru untuk kebutuhan riset belajar, gadget masih boleh digunakan.

“Pada prinsipnya, di dalam kelas siswa tidak bisa menggunakan telepon genggam. Kalaupun digunakan, itu harus untuk kepentingan pembelajaran,” jelasnya.

Peran Penting Digital Parenting di Rumah

Gerakan ini tentu tidak akan maksimal tanpa dukungan dari rumah. F. Taso mengingatkan para orang tua bahwa pengawasan di luar jam sekolah adalah kunci.

Ia menekankan bahwa screen time yang tak terkontrol bisa menjadi musuh bagi prestasi anak.

Baca juga: STIKES Maluku Husada Wisuda 731 Lulusan, 104 Raih Predikat Sangat Memuaskan

“Dampak negatif dari penggunaan ponsel yang tidak terkontrol adalah menurunnya prestasi belajar anak. Karena itu, pengawasan orang tua sangat diperlukan,” tambahnya.

Selain soal prestasi, lanjut Taso, kewaspadaan terhadap konten juga menjadi sorotan. Ada risiko konten negatif hingga gim yang menyisipkan paham radikalisme yang harus diwaspadai sejak dini. 

“Terdapat gim yang bisa mengajak anak-anak terlibat dalam radikalisme. Ini yang harus diwaspadai bersama,” imbau Taso.

Tiap sekolah nantinya diberikan kebebasan untuk mengatur teknis di lapangan agar sesuai dengan karakter masing-masing. 

Harapannya, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tapi juga ruang aman untuk berinteraksi sosial tanpa gangguan notifikasi ponsel yang terus-menerus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU