MALUKU — Di tengah suasana duka yang menyelimuti sebuah keluarga, kehadiran bantuan yang tepat waktu sering kali menjadi penopang utama bagi mereka yang sedang berjuang menerima kehilangan. Hal inilah yang dirasakan oleh keluarga almarhum Taufik Hairun, ketika Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Maluku Utara hadir melalui program Ambulans Gratis untuk Umat.
Program sosial ini kembali menunjukkan peran nyatanya dalam membantu masyarakat. Melalui layanan ambulans gratis, BMH Maluku Utara membantu proses penjemputan dan pengantaran jenazah almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhir di Kelurahan Jambula, Kota Ternate. Seluruh proses berlangsung dengan lancar, tanpa kendala berarti, dan yang terpenting tanpa membebani biaya keluarga yang ditinggalkan.
Bagi sebagian orang, layanan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang berduka, kehadiran ambulans gratis merupakan bantuan yang sangat berarti. Di saat emosi bercampur antara kesedihan dan kepanikan, kebutuhan akan transportasi yang layak dan cepat menjadi hal mendesak yang tidak bisa diabaikan.
Kehilangan anggota keluarga bukan hanya menghadirkan duka mendalam, tetapi juga berbagai kebutuhan mendadak yang harus segera dipenuhi. Salah satunya adalah proses pemindahan jenazah dari rumah sakit atau rumah duka menuju lokasi pemakaman. Dalam kondisi normal, biaya layanan ambulans tidaklah murah, bahkan bisa menjadi beban tambahan bagi keluarga.
Dalam konteks ini, kehadiran program Ambulans Gratis dari BMH Maluku Utara menjadi solusi nyata. Layanan ini tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga memberikan ketenangan batin bagi keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Ayah almarhum Taufik Hairun menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. Dengan suara penuh haru, ia mengungkapkan apresiasinya kepada pihak BMH.
“Terima kasih kepada BMH yang sudah membantu keluarga kami. Semoga Allah membalas dengan kebaikan dan keberkahan,” ujarnya.
Ungkapan tersebut mencerminkan betapa pentingnya bantuan yang diberikan. Di tengah keterbatasan, layanan ini hadir sebagai bentuk solidaritas yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga emosional.
Kepala Perwakilan BMH Maluku Utara, Nurhadi, menegaskan bahwa program Ambulans Gratis merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam melayani masyarakat.
“Program Ambulans Gratis ini merupakan wujud kepedulian umat. Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kegiatan sosial sesaat, melainkan bagian dari misi berkelanjutan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas. BMH Maluku Utara berupaya memastikan bahwa layanan ini dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Dalam praktiknya, program ambulans gratis ini tidak hanya melayani pengantaran jenazah, tetapi juga digunakan untuk berbagai kebutuhan sosial lainnya. Mulai dari pengantaran pasien kurang mampu ke fasilitas kesehatan hingga respons terhadap situasi darurat tertentu.
Lebih dari sekadar layanan sosial, program ini juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan (Prodaya) BMH Maluku Utara, Wahid Hanif, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dakwah melalui tindakan nyata atau dakwah bil hal.
Menurutnya, ajaran Islam tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Layanan ini menjadi bagian dari dakwah bil hal. Melalui aksi nyata, kita menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama,” ungkapnya.
Konsep ini menempatkan filantropi sebagai bagian integral dari praktik keagamaan. Dengan membantu sesama, khususnya dalam situasi sulit, nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas dapat terwujud secara konkret.
Kehadiran program ambulans gratis ini juga mencerminkan pentingnya peran lembaga filantropi dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat. Di tengah keterbatasan akses dan biaya layanan kesehatan di beberapa wilayah, terutama di daerah kepulauan seperti Maluku Utara, inisiatif semacam ini menjadi sangat relevan.
Filantropi tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sesaat, tetapi juga sebagai upaya untuk menciptakan sistem dukungan sosial yang lebih inklusif. Dengan adanya layanan gratis seperti ini, masyarakat yang kurang mampu memiliki akses yang lebih adil terhadap layanan dasar.
Selain itu, program ini juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Ketika satu pihak membantu pihak lain tanpa mengharapkan imbalan, maka nilai solidaritas akan tumbuh dan berkembang.
BMH Maluku Utara berharap program Ambulans Gratis untuk Umat dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Dukungan dari para donatur dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program ini.
Melalui kolaborasi antara lembaga filantropi dan masyarakat, diharapkan layanan ini dapat diperluas, baik dari segi jumlah armada maupun jangkauan wilayah pelayanan. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga, terutama mereka yang berada di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan ekonomi.
Komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat menjadi fondasi utama dari program ini. Tidak hanya saat kondisi normal, tetapi juga dalam situasi darurat dan masa-masa sulit yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Pada akhirnya, kehadiran ambulans gratis bukan hanya soal transportasi, tetapi juga tentang menghadirkan ketenangan di tengah situasi yang penuh tekanan. Bagi keluarga almarhum Taufik Hairun, bantuan ini menjadi bukti bahwa masih ada kepedulian yang nyata di tengah masyarakat.
Program ini menunjukkan bahwa di balik setiap duka, selalu ada tangan-tangan yang siap membantu. Bahwa di tengah kesulitan, masih ada harapan yang datang melalui aksi nyata.
BMH Maluku Utara melalui program Ambulans Gratis untuk Umat telah membuktikan bahwa filantropi bukan sekadar konsep, tetapi sebuah tindakan yang mampu memberikan dampak langsung. Tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menguatkan secara emosional dan spiritual.
Dengan semangat kepedulian dan pelayanan, program ini diharapkan terus menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat. Sebab pada akhirnya, membantu sesama bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menghadirkan rasa kemanusiaan yang tulus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bmh.or.id