Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 08:13 WIB

Wakil Bupati Halteng Sambut Kunjungan Kemenperin, Bahas Penguatan NZIP Fase 2

Wakil Bupati Halteng Sambut Kunjungan Kemenperin, Bahas Penguatan NZIP Fase 2Wakil Bupati bahas NZIP industri hijau (Iwan Maulana Budiman)

MALUKU – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan industri berkelanjutan. Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, menerima kunjungan perwakilan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bersama Tim Climaworks dalam agenda pemaparan dan diskusi terkait Inisiatif Net Zero Industrial Precinct (NZIP) Fase 2. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Kantor Bupati Halmahera Tengah 12 Februari 2026.

Kunjungan ini menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan NZIP Fase 2 yang difokuskan pada penguatan pemahaman pemerintah daerah mengenai arah kebijakan, sasaran program, serta metode implementasi yang akan dijalankan. Program NZIP sendiri dirancang sebagai upaya strategis dalam mendorong kawasan industri rendah emisi dan mendukung target nasional menuju net zero emission.

Dalam pertemuan tersebut, tim dari Kementerian Perindustrian memaparkan gambaran umum program, termasuk kerangka kerja, pendekatan teknis, serta peluang kolaborasi yang dapat dilakukan bersama pemerintah daerah. Pendekatan ini dinilai penting agar implementasi program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan riil di lapangan.

Wakil Bupati Ahlan Djumadil menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Halmahera Tengah sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas industri yang terus berkembang. Ia menilai, program NZIP Fase 2 menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan industri yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, kehadiran inisiatif tersebut memberikan dukungan nyata bagi pemerintah daerah dalam mengurangi emisi karbon, khususnya di kawasan industri yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Upaya pengurangan emisi, kata dia, dapat dilakukan melalui peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan teknologi yang lebih bersih, serta penguatan sistem pengelolaan lingkungan yang terintegrasi.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan transformasi industri hijau. Dukungan kebijakan, pendampingan teknis, serta sinkronisasi program antara pusat dan daerah menjadi faktor penting agar langkah yang diambil dapat berjalan efektif dan terukur.

Sebagai daerah dengan aktivitas industri yang cukup besar, Halmahera Tengah menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan bahwa pengembangan industri tetap sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya validasi data dan pengecekan kondisi faktual di lapangan sebagai dasar penyusunan kebijakan rendah karbon. Data yang akurat akan membantu pemerintah daerah dalam menentukan langkah strategis, termasuk dalam merancang kebijakan yang adaptif terhadap dinamika industri di wilayah tersebut.

Diskusi yang berlangsung dalam pertemuan tersebut juga membahas potensi dukungan teknis yang dapat diberikan, termasuk pemetaan kebutuhan energi, identifikasi sumber emisi, serta peluang penerapan teknologi rendah karbon di kawasan industri. Pendekatan berbasis data dan kajian teknis diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.

Program NZIP Fase 2 tidak hanya menitikberatkan pada pengurangan emisi, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem industri yang lebih kompetitif dan berdaya saing. Dengan penerapan prinsip industri hijau, kawasan industri diharapkan mampu menarik investasi yang berorientasi pada keberlanjutan serta memenuhi standar global terkait aspek lingkungan.

Melalui pertemuan ini, pemerintah daerah dan pemerintah pusat bersepakat untuk memperkuat koordinasi dalam tahap-tahap lanjutan implementasi NZIP Fase 2. Sinkronisasi perencanaan, penguatan kapasitas daerah, serta monitoring berkala menjadi bagian dari langkah strategis yang akan dikembangkan ke depan.

Pertemuan ditutup dengan sesi dialog interaktif dan pertukaran pandangan antara jajaran pemerintah daerah dan tim Kementerian Perindustrian. Forum tersebut dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan arah tindak lanjut dalam mendukung transformasi industri menuju konsep rendah karbon di Kabupaten Halmahera Tengah.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan implementasi NZIP Fase 2 di Halmahera Tengah dapat berjalan optimal serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung target nasional pengurangan emisi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen daerah dalam membangun kawasan industri yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Haltengkab.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wakil Bupati Halteng Sambut Kunjungan Kemenperin, Bahas Penguatan NZIP Fase 2

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!