Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 02 MEI 2026 • 19:32 WIB

Menuju Satu Abad Pengabdian, Wawali Ambon Soroti Peran Tarekat Maria Mediatrix dalam Merawat Persaudaraan

Menuju Satu Abad Pengabdian, Wawali Ambon Soroti Peran Tarekat Maria Mediatrix dalam Merawat PersaudaraanPengabdian tarekat perkuat persaudaraan lintas umat (MCAMBON)

MALUKU – Peringatan 99 tahun Tarekat Maria Mediatrix menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali nilai pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Ambon melalui Wakil Wali Kota menyampaikan penghargaan atas kontribusi panjang tarekat tersebut yang dinilai konsisten menghadirkan dampak nyata di tengah kehidupan sosial.

Dalam acara yang digelar di Gedung Katolik Center, Kecamatan Nusaniwe, Jumat (1/5/2026), Wakil Wali Kota Ambon menilai perjalanan hampir satu abad ini mencerminkan komitmen kuat dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Menurutnya, kehadiran para suster bukan hanya menjalankan tugas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat. Pelayanan yang dilakukan dinilai sebagai perwujudan nyata nilai kasih yang hidup dalam tindakan.

Tema perayaan, “Berakar dalam Kristus, Berbuah bagi Dunia”, disebut memiliki relevansi kuat dengan kondisi saat ini. Ia menggambarkan bahwa pelayanan yang berdampak lahir dari iman yang kokoh dan diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi sesama.

Lebih lanjut, ia menilai peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat komitmen menuju perayaan satu abad pada 2027. Momentum ini diharapkan mampu menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.

Pemerintah Kota Ambon, kata dia, mengakui bahwa tarekat ini telah berperan besar dalam membentuk masyarakat yang lebih peduli, mandiri, dan berdaya. Di tengah keberagaman Maluku, kontribusi tersebut juga membantu memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antarumat beragama, budaya, dan latar belakang sosial. Menurutnya, persaudaraan lintas perbedaan menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas sosial dan kesejahteraan bersama.

“Peran lembaga keagamaan sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan sosial. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Umum Tarekat Maria Mediatrix, Epifany Ongirwalu, menegaskan bahwa usia 99 tahun mencerminkan perjalanan iman yang panjang dan terus bertumbuh.

Ia menjelaskan bahwa tarekat ini berawal dari komunitas kecil di lingkungan Keuskupan Amboina, kemudian berkembang menjadi jaringan pelayanan yang menjangkau berbagai wilayah, termasuk Maluku dan Papua.

Menurutnya, misi utama para suster adalah menghadirkan kasih melalui tindakan nyata. Hal itu diwujudkan melalui pelayanan di sekolah, fasilitas kesehatan, paroki, hingga daerah terpencil yang membutuhkan perhatian lebih.

Ia juga menyebut bahwa pusat tarekat di Ambon memiliki peran strategis sebagai penggerak semangat pelayanan dan persatuan. Dari tempat inilah nilai-nilai pengabdian terus ditanamkan dan disebarluaskan.

Menjelang perayaan satu abad pada 1 Mei 2027, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ke depan.

Perayaan ini sekaligus menjadi titik awal menuju 100 tahun perjalanan Tarekat Maria Mediatrix. Dengan pengalaman panjang yang dimiliki, tarekat ini diharapkan tetap mampu menjawab kebutuhan zaman dan terus menghadirkan pelayanan yang relevan bagi masyarakat luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ambon.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menuju Satu Abad Pengabdian, Wawali Ambon Soroti Peran Tarekat Maria Mediatrix dalam Merawat Persaudaraan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!