Kapasitas Produksi LNG Abadi Masela 9,5 Juta Ton per Tahun, Diproyeksikan Topang Energi Nasional
MALUKU - Pemerintah Republik Indonesia bersama SKK Migas dan INPEX Masela, Ltd. secara resmi memulai pembangunan fisik Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela.
Kegiatan tersebut ditandai melalui seremoni groundbreaking yang digelar di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Momentum bersejarah ini menandai babak baru perjalanan proyek Abadi dalam pengembangannya. Sekaligus sebagai menjadi tonggak penting transisi proyek dari tahap perencanaan dan perizinan menuju konstruksi fisik.
Baca juga: Jelang Groundbreaking Blok Masela, Gubernur Maluku Pastikan Persiapan Hampir Rampung
Proyek tersebut juga memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Istana Negara mengikuti sekaligus meresmikan peletakan batu pertama Proyek LNG Abadi Masela yang berlangsung di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Prabowo menegaskan bahwa Proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu proyek strategis yang akan menentukan masa depan ketahanan energi Indonesia. Dengan kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, proyek ini diproyeksikan menjadi penopang ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok LNG.
Pengembangan Lapangan Abadi juga mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), sehingga menjadi salah satu proyek LNG pertama di dunia yang mengoperasikan CCS secara bersamaan dengan kegiatan produksi dalam skema cost recovery.
Baca juga: Presiden Prabowo Groundbreaking Blok Masela di Tanimbar Usai Menunggu 3 Dasawarsa
Presiden, meminta kepada para pihak untuk menjalankan proyek ini dengan baik.
"Jalani proyek sebaiknya atas dasar saling menguntungkan. Kita yang malu kalau mitra kita tidak puas, kalau rugi, kalau mitra tidak bahagia. Tapi sebaliknya kita punya tanggung jawab besar ke rakyat. Kita perlu energi ini untuk transformasi bangsa. Kita mau jadi negara modern. jadi Bangsa seperti bangsa Jepang produktif, kita ingin jadi bangsa yang hasilkan produk industri," jelas Prabowo.
Presiden optimistis keberadaan proyek Abadi Masela ini jadi salah satu pendorong bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Proyek ini akan jadi pendorong bagi kemajuan Indonesian khususnya Indonesia timur memperkuat kemandirian energi dan tonggak penting kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: