MALUKU-Ada permainan tradisional seru bernama wenga dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Mainan ini cocok untuk anak dan remaja.
Uniknya, permainan wenga berasal dari kata wuliwengan yang merupakan bahasa lokal. Artinya, adalah kulit bia atau siput. Sering dimainkan oleh anak-anak di Pulau Fordata dan Selaru.
Mereka memanfaatkan kulit siput sebagai alat permainan wenga. Tak setiap waktu tetapi biasa dimainkan oleh anak-anak saat sore hari.
Baca juga: 5 Pantai Hits di Pulau Ambon Bikin Takjub dan Melele, Cocok untuk Feed Instagram
Bahkan orang dewas pun ikut bermaian. Saat bermain wenga, jumlahnya pun tak terbatas.
Namun biasa diikuti anak berusia 7-15 tahun. Kemudian hanya dimainkan oleh anak-anak wanita saja.
Dalam permainan wenga, siapa yang lebih dahulu memperoleh nilai tertinggi yang telah disepakati sebelumnya, dinyatakan sebagai pemenang pertama dan seterusnya.
Main wenga juga dibagi dalam dua bagian yang masing-masing bagian mempunyai tahap-tahap tersendiri.
Perbedaan antara kedua bagian permainan ini hanya terletak pada gerakan-gerakan tubuh dalam melakukan setiap tahapan.
Baca juga: 9 Fitur Instagram Terbaru Bikin Story dan Profil Makin Cakep
Bagian pertama, dilakukan dalam keadaan tubuh tetap berdiri di belakang garis batas, sedangkan gerakan gerakan selanjutnya dilakukan dengan melompat-lompat ke depan dengan satu kaki.
Bagian kedua, pemain berdiri dibelakang garis batas, menghadap kesamping kiri atau kanan dan sebelah kaki diangkat kebelakang.
Telapak kaki agak diluruskan ke belakang dan wenga diletakkan disebelah ujung telapak. Kemudian Wenga dijatuhkan mengenai sasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Buku Permainan Anak Daerah Maluku