Makam Jari Kapitan Jongker (Humas / ADPIM)
MALUKU - Di Negeri Tomalehu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, terdapat sebuah situs bersejarah yang menyimpan kisah panjang tentang legenda Kapitan Jongker. Bukit yang dikenal dengan nama Bukit Angka Muka diyakini masyarakat Kepulauan Manipa sebagai lokasi makam jari Kapitan Jongker, seorang tokoh yang melegenda dalam sejarah lokal.
Nama “Angka Muka” sendiri muncul dari kebiasaan masyarakat yang ketika melewati kawasan tersebut selalu menengadahkan wajah ke arah bukit. Dari situlah istilah angka muka, yang berarti “mengangkat muka,” melekat hingga kini. Bukit ini bukan sekadar bentang alam, melainkan juga simbol perjalanan spiritual dan sejarah yang diwariskan turun-temurun.
Baca juga: Sambut Ramadhan Penuh Semarak di Kampung Werinama Maluku, Lomba Jadi Perekat Warga
Dua Makam Bersejarah di Puncak Bukit
Di atas Bukit Angka Muka terdapat dua makam yang diyakini berasal dari abad ke-17 atau sekitar tahun 1600-an. Salah satunya dipercaya sebagai makam jari Kapitan Jongker, tokoh yang disebut-sebut memiliki peran penting dalam sejarah masyarakat Manipa dan sekitarnya. Makam tersebut kini dilestarikan sebagai situs bersejarah, menjadi bagian dari identitas budaya dan spiritual masyarakat Tomalehu Barat.
Masyarakat setempat menuturkan bahwa Kapitan Jongker bukan hanya sosok pemimpin, tetapi juga tokoh yang dihormati karena keberanian dan kebijaksanaannya. Kisah tentang beliau diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, menjadikan makam ini bukan sekadar tempat peristirahatan, melainkan juga pusat ingatan kolektif.
Legenda Kapitan Jongker
Kapitan Jongker dikenal sebagai tokoh yang berjuang mempertahankan wilayah dan masyarakatnya dari ancaman luar. Dalam cerita rakyat, ia digambarkan sebagai sosok yang memiliki kekuatan spiritual sekaligus kepemimpinan yang disegani. Keberadaannya diabadikan melalui makam di Bukit Angka Muka, yang hingga kini menjadi tujuan ziarah dan refleksi sejarah.
Baca juga: Satnarkoba Polres Tual Tangkap 5 Pemuda Saat Pesta Narkoba, Sita 10 paket Sabu
Legenda ini memperkuat identitas masyarakat Kepulauan Manipa, yang melihat Kapitan Jongker sebagai simbol keteguhan dan keberanian. Tidak heran jika makamnya dianggap sebagai situs paling penting dalam perjalanan sejarah lokal.
Makam sebagai Situs Wisata Sejarah
Seiring berkembangnya kesadaran akan pelestarian budaya, makam jari Kapitan Jongker kini menjadi bagian dari Desa Wisata Tomalehu Barat. Pemerintah daerah bersama masyarakat berupaya menjaga keaslian situs ini, sekaligus menjadikannya destinasi wisata sejarah dan religi.
Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhi panorama alam Bukit Angka Muka, tetapi juga kisah-kisah yang mengiringi perjalanan Kapitan Jongker. Hal ini menjadikan pengalaman berkunjung lebih bermakna, karena wisatawan dapat merasakan langsung nuansa spiritual sekaligus belajar tentang sejarah lokal.
Nilai Spiritual dan Kebudayaan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Maluku.jadesta.com