Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 JULI 2026 • 13:00 WIB

Kebun Binatang di Maluku, Adakah? Ini Tempat Wisata Edukasi Satwa yang Bisa Jadi Pilihan Liburan Keluarga

Kebun Binatang di Maluku, Adakah? Ini Tempat Wisata Edukasi Satwa yang Bisa Jadi Pilihan Liburan Keluargakebun binatang maluku wisata edukasi satwa endemik

MALUKU - Maluku dikenal sebagai provinsi kepulauan dengan kekayaan alam yang luar biasa. Hutan hujan tropis, taman nasional, kawasan konservasi, hingga satwa endemik menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati di Indonesia. Tak heran jika banyak wisatawan yang mencari informasi mengenai kebun binatang di Maluku untuk dijadikan tujuan wisata keluarga.

Namun, ada satu fakta yang perlu diketahui sebelum menyusun rencana liburan. Hingga saat ini, Maluku belum memiliki kebun binatang komersial berskala besar seperti Kebun Binatang Ragunan di Jakarta atau Surabaya Zoo. Sebagai gantinya, wisatawan dapat mengunjungi pusat konservasi satwa, penangkaran, hingga kawasan edukasi yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku. Pemerintah Kota Ambon bahkan merencanakan pembangunan aviary atau display satwa sebagai sarana edukasi konservasi non-komersial. 

Meski berbeda dengan kebun binatang pada umumnya, tempat-tempat tersebut tetap menawarkan pengalaman mengenal satwa khas Maluku secara lebih dekat sekaligus belajar mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.

Karena belum tersedia kebun binatang komersial di Maluku, belum ada informasi resmi mengenai harga tiket maupun jam operasional sebagaimana destinasi kebun binatang pada umumnya.

Sebagian besar lokasi edukasi satwa di Maluku merupakan kawasan konservasi atau pusat rehabilitasi satwa yang pengelolaannya berada di bawah BKSDA Maluku. Kegiatan kunjungan biasanya dilakukan melalui program edukasi, studi lapangan, atau kunjungan kelompok sekolah sesuai jadwal yang ditentukan pengelola.

Jika ingin berkunjung, wisatawan sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut.

  1. Menghubungi pengelola terlebih dahulu untuk memastikan lokasi menerima kunjungan umum
  2. Menanyakan jadwal edukasi apabila tersedia
  3. Memastikan apakah diperlukan surat izin bagi rombongan sekolah atau komunitas
  4. Mengikuti seluruh aturan konservasi selama berada di lokasi
  5. Apabila nantinya aviary edukasi yang direncanakan Pemerintah Kota Ambon telah resmi dibuka untuk masyarakat, kemungkinan besar akan tersedia informasi mengenai harga tiket, jam operasional, serta fasilitas penunjang wisata keluarga. 

Walaupun tidak memiliki kebun binatang, Maluku justru merupakan habitat asli berbagai satwa endemik Indonesia yang sangat menarik untuk dipelajari.

  1. Kakatua Seram
    Burung berwarna putih dengan jambul merah muda ini merupakan salah satu ikon satwa Maluku. Populasinya kini terus dipantau karena termasuk satwa yang dilindungi.
  2. Nuri Ambon
    Burung berwarna merah cerah ini menjadi salah satu spesies paling terkenal dari Maluku. Selain memiliki suara khas, burung ini juga sering menjadi objek penelitian konservasi.
  3. Perkici Pelangi
    Burung kecil dengan warna-warni mencolok yang banyak ditemukan di kawasan hutan Maluku.
  4. Kuskus
    Mamalia berkantung yang hidup di pepohonan ini menjadi salah satu satwa unik kawasan timur Indonesia.
  5. Berbagai Jenis Burung Paruh Bengkok
    Maluku dikenal sebagai rumah bagi banyak spesies burung paruh bengkok yang memiliki nilai konservasi tinggi.

Sebagian satwa tersebut dapat ditemukan di pusat rehabilitasi satwa BKSDA sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Program penyelamatan dan pelepasliaran satwa rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati Maluku. 

Area edukasi biasanya memberikan informasi mengenai yaitu habitat satwa, ancaman kepunahan, cara penyelamatan satwa liar, larangan perdagangan satwa dilindungi, pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Materi edukasi seperti ini sangat cocok untuk anak-anak karena memperkenalkan konservasi sejak usia dini.

Salah satu daya tarik utama kebun binatang biasanya adalah pertunjukan satwa dan sesi feeding time. Namun, karena Maluku belum memiliki kebun binatang komersial, kegiatan tersebut belum tersedia secara rutin untuk masyarakat umum.

Sebaliknya, pusat konservasi lebih mengutamakan kesejahteraan satwa dibandingkan hiburan pengunjung. Oleh sebab itu, proses pemberian pakan dilakukan oleh petugas sesuai standar perawatan satwa dan umumnya tidak dibuka sebagai atraksi wisata.

Meski demikian, beberapa kegiatan edukasi yang kadang diselenggarakan meliputi pengenalan jenis satwa endemik, edukasi konservasi bagi pelajar, sosialisasi perlindungan satwa liar, pengamatan burung (bird watching), penjelasan mengenai rehabilitasi satwa hasil penyelamatan. Konsep ini justru memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung diajak memahami bagaimana satwa dilindungi dipersiapkan untuk kembali ke alam, bukan sekadar dipamerkan.

Sebagian besar aktivitas konservasi satwa di Maluku berpusat di Kota Ambon dan beberapa kawasan konservasi lain di berbagai pulau.

Jika berada di Ambon, wisatawan dapat mengakses kantor maupun fasilitas edukasi BKSDA melalui kawasan Kebun Cengkeh yang relatif mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kebun Binatang di Maluku, Adakah? Ini Tempat Wisata Edukasi Satwa yang Bisa Jadi Pilihan Liburan Keluarga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!