Potensi Unggulan Kota Ambon y (Humas /ADPIM)
MALUKU – Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga jantung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di kawasan timur Indonesia. Dengan luas wilayah sekitar 377 km² dan garis pantai sepanjang 98 km, Ambon memiliki posisi strategis sebagai simpul perdagangan laut sekaligus hub utama yang menghubungkan 9 kabupaten dan 2 kota lain di Maluku.
Ambon juga punya keunikan yang jarang dimiliki kota lain. Pada 31 Oktober 2019, UNESCO menetapkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia, menjadikannya kota pertama di Indonesia yang masuk daftar 66 kota kreatif dunia. Gelar ini bukan hanya simbol, tetapi juga bukti bahwa Ambon memiliki identitas budaya yang kuat dan potensi industri kreatif yang besar.
Dengan segala keunggulannya, Ambon menyimpan delapan potensi utama yang bisa menjadi motor pertumbuhan Maluku.
1. Sarana dan Prasarana
Ambon memiliki infrastruktur transportasi yang cukup modern. Dari total 271 km jalan, hampir seluruhnya sudah beraspal. Moda transportasi darat kini semakin maju dengan hadirnya layanan daring berbasis aplikasi yang memudahkan mobilitas masyarakat.
Baca juga: Seks Bebas Jadi Pemicu Tingginya Kasus HIV/AIDS di MBD
Untuk jalur laut, Ambon dilengkapi pelabuhan penyeberangan seperti Galala, Poka, dan Ambon. Pelabuhan peti kemas yang dikelola PT Pelindo IV bahkan sejak 2018 sudah mampu melayani ekspor langsung ke luar negeri, memangkas biaya angkut hingga 50%. Dari sisi udara, Bandara Internasional Pattimura yang terletak di Teluk Ambon menghubungkan kota ini dengan Jakarta, Surabaya, Makassar, dan kota besar lainnya.
Infrastruktur ini menjadikan Ambon sebagai simpul penting dalam perdagangan dan mobilitas masyarakat Maluku, sekaligus membuka peluang investasi di sektor logistik dan transportasi. Dengan dukungan sarana prasarana yang memadai, Ambon mampu menjadi pusat distribusi barang dan jasa di kawasan timur Indonesia.
2. Perikanan
Ambon dikenal sebagai pusat perikanan nasional. Ikan pelagis kecil seperti sardinella, layang, dan tongkol, serta ikan pelagis besar seperti cakalang dan tuna sirip kuning, menjadi komoditas unggulan. Stok lestari ikan di wilayah Ambon mencapai ribuan ton per bulan, dengan pemanfaatan yang masih jauh di bawah kapasitas maksimal.
Baca juga: Pemkab MBD Raih UHC Award 2026, Bupati Dorong Layanan Kesehatan Makin Optimal
Potensi ini membuka peluang besar untuk investasi di sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Di hulu, usaha pengadaan kapal, pasokan es, dan cold storage mendukung aktivitas nelayan. Di hilir, pengolahan ikan asap, beku, hingga kaleng menjadi produk bernilai tambah yang bisa dipasarkan ke tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, kegiatan perikanan bisa dikembangkan menjadi ekowisata dan kuliner khas Ambon. Bayangkan wisatawan menikmati ikan asap langsung dari dapur tradisional Ambon, atau ikut serta dalam tur memancing di laut Banda. Potensi ini bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat citra Ambon sebagai kota bahari.
3. Perdagangan dan Jasa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Malukuprov.go.id