Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 30 JANUARI 2026 • 20:56 WIB

Festival Pesona Meti Kei, Momen Langka Saat Laut Surut dan Budaya Kei Menyatu dengan Alam

Festival Pesona Meti Kei, Momen Langka Saat Laut Surut dan Budaya Kei Menyatu dengan AlamFestival Pesona Meti Kei (Humas/Adpim)

MALUKU - Kabupaten Maluku Tenggara menghadirkan agenda budaya dan pariwisata paling unik di Indonesia Timur melalui Festival Pesona Meti Kei (FPMK). Festival tahunan ini menjadi magnet wisata karena mengangkat fenomena alam langka yang hanya terjadi pada waktu tertentu, yakni meti atau surutnya air laut secara ekstrem hingga ratusan meter.

Festival Pesona Meti Kei rutin dilaksanakan setiap bulan Oktober dan telah menjadi ikon pariwisata Kepulauan Kei. Pada periode ini, laut yang biasanya membentang luas berubah menjadi hamparan pasir dan terumbu yang bisa dilalui dengan berjalan kaki. Biota laut yang umumnya tersembunyi di bawah air pun dapat disaksikan secara langsung dengan mata telanjang, menghadirkan pengalaman wisata yang tak biasa.

Baca juga: Wagub Sarbin Ajak Pelajar Bumikan Moderasi Beragama

Pada tahun 2023, Festival Pesona Meti Kei dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni mulai 8 hingga 28 Oktober 2023. Durasi hampir tiga pekan ini dirancang untuk memberi ruang lebih luas bagi wisatawan agar dapat menikmati seluruh rangkaian acara sekaligus menjelajahi keindahan alam Kepulauan Kei secara lebih mendalam.

Meti merupakan fenomena alam berupa surutnya air laut secara ekstrem yang hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Di Kepulauan Kei, fenomena ini menjadi peristiwa istimewa karena air laut dapat surut hingga ratusan meter dari garis pantai. Bahkan, dalam kondisi tertentu, dua pulau yang biasanya terpisah oleh laut dapat dihubungkan dengan jalur daratan alami.

Fenomena ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan budaya yang tinggi. Saat meti terjadi, masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai jenis biota laut seperti ikan kecil, kerang, rumput laut, hingga terumbu karang yang biasanya 

tersembunyi. Keindahan alam ini menjadikan Festival Pesona Meti Kei sebagai perpaduan antara wisata alam, edukasi lingkungan, dan kearifan lokal.

Baca juga: Rakornas Pengelolaan Keuangan Daerah Dibuka, Gubernur Sherly Dorong TAPD Perkuat Penyaringan Kebijakan

Salah satu daya tarik utama Festival Pesona Meti Kei adalah kegiatan tangkap ikan secara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat di beberapa desa atau ohoi penghasil ikan. Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari tradisi turun-temurun yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan laut.

Dengan cara-cara tradisional yang ramah lingkungan, masyarakat Kei menangkap ikan secara bersama-sama saat air laut surut. Proses ini menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian wisatawan, karena memperlihatkan nilai gotong royong, kearifan lokal, serta penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan.

Bagi wisatawan, menyaksikan bahkan terlibat langsung dalam tradisi ini menjadi pengalaman autentik yang jarang ditemui di destinasi wisata lainnya.

Festival Pesona Meti Kei, Momen Langka Saat Laut Surut dan Budaya Kei Menyatu dengan AlamFestival Pesona Meti Kei (Humas/Adpim)

Festival Pesona Meti Kei tidak hanya menampilkan keajaiban alam, tetapi juga menjadi panggung besar bagi ekspresi seni dan budaya masyarakat Kei. Salah satu agenda utama adalah tarian kolosal yang melibatkan banyak penari dan menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir, hubungan dengan laut, serta nilai adat yang dijunjung tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eventdaerah.kemenparekraf.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Festival Pesona Meti Kei, Momen Langka Saat Laut Surut dan Budaya Kei Menyatu dengan Alam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!