Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 17:38 WIB

Legenda Gurita Laut Sarina, Penguasa Laut Maluku yang Dihormati Orang Alifuru

Legenda Gurita Laut Sarina, Penguasa Laut Maluku yang Dihormati Orang AlifuruIlustrasi Gurita Laut Sarina

MALUKU - Maluku bukan hanya dikenal karena keindahan alam dan kekayaan lautnya, tetapi juga menyimpan ragam kisah legenda yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu cerita rakyat yang masih hidup dalam ingatan masyarakat adalah legenda Gurita Laut Sarina, sosok mistis yang dipercaya sebagai penguasa lautan di Kepulauan Maluku.

Dalam cerita yang berkembang di kalangan masyarakat Alifuru, Gurita Laut Sarina bukanlah makhluk biasa. Ia diyakini sebagai jelmaan seorang putri dari Nunusaku yang dikutuk oleh orang tuanya hingga berubah menjadi seekor gurita raksasa. Kutukan tersebut membuat sang putri meninggalkan wujud manusianya dan hidup sebagai makhluk laut yang memiliki kekuatan luar biasa.

Gurita Laut Sarina juga dikenal dengan nama lain, yakni Wabiinalah. Sebagai penguasa laut, ia dipercaya memiliki kekuasaan atas seluruh perairan di Kepulauan Maluku. Masyarakat Alifuru sangat menghormatinya karena dianggap menjaga keseimbangan dan keamanan laut yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Konon, ketika Gurita Laut Sarina marah, ia dapat menyerang kapal-kapal yang sedang berlayar dan menenggelamkannya. Karena itulah, para pelaut zaman dahulu selalu berhati-hati dan menjaga sikap saat melintasi perairan Maluku. Bagi mereka, laut bukan sekadar ruang mencari nafkah, tetapi juga wilayah sakral yang memiliki penguasa.

Secara fisik, Gurita Laut Sarina digambarkan memiliki wujud yang menyeramkan. Kepalanya menyerupai manusia dengan dua bola mata besar yang memancarkan cahaya merah dan hijau seperti sinar lampu terang. Tubuhnya dipenuhi jari-jari kecil yang banyak, yang digunakan untuk mencengkeram mangsa. Menurut kepercayaan orang Alifuru, jari-jari gurita tersebut menyerupai jari manusia. Itulah sebabnya hingga kini sebagian masyarakat setempat tidak memakan bagian tentakel gurita sebagai bentuk penghormatan terhadap legenda tersebut.

Salah satu senjata paling ampuh yang dimiliki Gurita Laut Sarina adalah “sawang”, yakni cairan hitam yang dikeluarkan saat berada dalam bahaya. Cairan tersebut membuat musuh kehilangan arah dan memberi kesempatan baginya untuk menyerang balik atau melarikan diri. Selain sawang, Sarina juga diyakini mampu mengendalikan angin, arus, ombak, dan gelombang. Dengan kekuatan alam itulah ia melindungi wilayah laut Maluku dari ancaman.

Namun di balik sosoknya yang ganas, tersimpan pula visi besar yang konon dimiliki oleh Putri Laut Sarina. Ia dipercaya memiliki rencana untuk menjadikan laut Maluku sebagai kawasan yang ramai dikunjungi berbagai makhluk laut dari seluruh dunia. Laut Maluku dianggap memiliki kekayaan yang tidak dimiliki perairan lain, sehingga layak menjadi pusat kehidupan bawah laut.

Dalam kisah tersebut, Sarina sering berkunjung ke Laut Banda dan memerintahkan seluruh makhluk laut untuk menjaga kebersihan serta kelestarian wilayah itu. Laut Banda direncanakan menjadi tempat peristirahatan sekaligus kawasan berkembang biak bagi berbagai jenis makhluk laut agar populasinya semakin bertambah. Dengan demikian, ekosistem laut tetap terjaga dan terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Tak hanya itu, Gurita Laut Sarina juga memiliki gagasan besar untuk membangun jalur aman yang menghubungkan laut Asia dan Samudra Pasifik. Setiap hari, ia digambarkan berenang mengelilingi wilayah perairan untuk mengawasi dan mengawal daerah kekuasaannya. Bila ada ancaman datang, ia tak segan menggunakan kekuatan angin, arus, ombak, dan gelombang untuk mengusir musuh.

Legenda ini bukan sekadar cerita mistis, melainkan cerminan hubungan erat antara masyarakat Maluku dengan laut. Bagi orang Alifuru, laut adalah ruang hidup yang harus dihormati dan dijaga. Kisah Gurita Laut Sarina menjadi simbol bahwa alam memiliki kekuatan sekaligus pesan moral: siapa pun yang merusak keseimbangan akan menghadapi konsekuensinya.

Di tengah modernisasi dan perkembangan teknologi, cerita tentang Gurita Laut Sarina tetap menjadi bagian dari identitas budaya Maluku. Ia mengajarkan tentang penghormatan terhadap alam, pentingnya menjaga kebersihan laut, serta kesadaran bahwa manusia hidup berdampingan dengan kekuatan yang lebih besar dari dirinya.

Legenda ini juga memperkaya khazanah cerita rakyat Indonesia yang sarat makna. Di balik sosok gurita raksasa yang menakutkan, tersimpan gambaran seorang putri yang ingin menjaga dan membangun laut Maluku agar tetap menjadi wilayah yang aman, bersih, dan penuh kehidupan.

Kini, kisah Gurita Laut Sarina masih diceritakan dari generasi ke generasi. Ia menjadi pengingat bahwa laut Maluku bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki sejarah, mitos, dan nilai budaya yang dalam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Mitos-Mitos Berlatar Belakang Sejarah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Legenda Gurita Laut Sarina, Penguasa Laut Maluku yang Dihormati Orang Alifuru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!