MALUKU - Kabupaten Halmahera Tengah di Provinsi Maluku Utara kembali menyimpan kejutan wisata alam yang belum banyak terekspos. Di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, terdapat sebuah destinasi eksotis yang memikat para pecinta petualangan, yakni Goa Boki Maruru atau yang juga dikenal sebagai Goa Boki Moruru.
Goa alam ini berada di aliran Sungai Sageyen dan menawarkan pemandangan stalaktit serta stalagmit yang megah di sepanjang dinding gua. Keindahannya yang masih alami menjadikan Goa Boki Maruru sebagai salah satu destinasi wisata alam yang patut dijelajahi di Halmahera Tengah.
Goa Boki Maruru terletak sekitar 3 kilometer dari Desa Sagea, sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Weda Utara. Letaknya yang berada di kawasan sungai memberikan pengalaman berbeda dibandingkan gua pada umumnya.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menempuh perjalanan melalui jalur darat dan dilanjutkan dengan transportasi sungai. Perjalanan inilah yang justru menjadi bagian dari daya tarik wisata Goa Boki Maruru.
Dari pusat Kecamatan Weda, waktu tempuh menuju Desa Sagea kurang lebih dua jam perjalanan darat. Biaya transportasi dari Weda menuju lokasi biasanya berkisar Rp150.000, tergantung jenis kendaraan dan kesepakatan dengan pengemudi.
Setibanya di Desa Sagea, perjalanan dilanjutkan menyusuri Sungai Sageyen menggunakan perahu ketinting. Suasana sepanjang sungai begitu memanjakan mata. Air yang mengalir tenang berpadu dengan hijaunya pepohonan di sepanjang tepian sungai menciptakan nuansa alami yang menenangkan.
Biaya sewa perahu ketinting untuk menuju Goa Boki Maruru berkisar Rp100.000. Dengan biaya tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati sensasi perjalanan sungai yang menyegarkan sebelum tiba di mulut gua.
Perjalanan sungai ini menjadi pengalaman tersendiri. Deru mesin ketinting yang membelah air sungai berpadu dengan suara alam menciptakan atmosfer petualangan yang tak terlupakan.
Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut oleh mulut gua yang tampak kokoh dan misterius. Memasuki bagian dalam Goa Boki Maruru, keindahan alami langsung terlihat jelas.
Stalaktit yang menggantung di langit-langit gua serta stalagmit yang menjulang dari dasar gua membentuk ornamen alam yang menakjubkan. Formasi batu kapur yang terbentuk selama ribuan tahun ini menciptakan pemandangan yang dramatis dan memukau.
Beberapa bagian gua bahkan menampilkan formasi batu yang menyerupai pilar-pilar alami, seolah menjadi penopang ruang bawah tanah yang luas. Pantulan cahaya senter atau lampu penerangan pada permukaan batu kapur menciptakan efek kilau yang menambah kesan megah.
Salah satu keunggulan Goa Boki Maruru adalah kondisinya yang masih sangat alami. Belum banyak sentuhan pembangunan modern di dalam kawasan gua, sehingga keasriannya tetap terjaga.
Udara di dalam gua terasa sejuk dan lembap, khas kawasan batu kapur. Suasana tenang dan sedikit gema suara membuat pengalaman menjelajah terasa lebih mendalam.
Bagi pecinta fotografi alam, Goa Boki Maruru menawarkan banyak sudut menarik untuk diabadikan. Formasi stalaktit dan stalagmit yang unik menjadi objek foto yang eksotis dan jarang ditemui di tempat lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Baronda.haltengkab.go.id