Mangrove Nusliko Park (Instragram/@rismanlema21)
MALUKU - Tren wisata berbasis alam semakin diminati dalam beberapa tahun terakhir. Wisatawan kini tidak hanya mencari tempat yang indah untuk berfoto, tetapi juga destinasi yang memiliki nilai keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu destinasi yang mulai mencuri perhatian adalah Ekowisata Nusliko Park, sebuah tempat wisata ramah alam yang berlokasi di Desa Nusliko.
Ekowisata Nusliko Park hadir dengan konsep eco friendly atau ramah lingkungan. Konsep ini bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam berbagai fasilitas, tata kelola kawasan, serta jenis hiburan yang disediakan bagi pengunjung. Destinasi ini digadang-gadang sebagai salah satu contoh wisata berkelanjutan yang mengusung konsep 3A, yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas.
Mengusung Konsep 3A Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas
Dalam pengembangan destinasi wisata, konsep 3A menjadi unsur penting yang menentukan daya tarik dan kenyamanan pengunjung. Nusliko Park mencoba menghadirkan ketiga unsur tersebut secara seimbang.
Dari sisi atraksi, Nusliko Park menawarkan pengalaman wisata berbasis alam yang asri dan menenangkan. Lingkungan Desa Nusliko yang masih alami menjadi modal utama dalam menghadirkan suasana segar dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Pepohonan rindang, udara bersih, serta panorama hijau menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari rutinitas.
Konsep wisata ramah alam juga tercermin dari aktivitas yang ditawarkan. Pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan yang tidak merusak lingkungan, seperti bersantai di area terbuka, menikmati pemandangan, hingga berinteraksi langsung dengan alam sekitar. Atraksi yang disajikan tidak bersifat eksploitasi, melainkan lebih pada pengalaman menikmati dan menghargai alam.
Amenitas atau fasilitas di Nusliko Park dirancang dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan. Sarana dan prasarana yang tersedia dibuat selaras dengan kondisi lingkungan sekitar. Penggunaan material yang ramah lingkungan serta desain yang menyatu dengan alam menjadi ciri khasnya.
Tersedianya area istirahat, tempat duduk, serta fasilitas pendukung lainnya memberikan kenyamanan bagi pengunjung tanpa menghilangkan nuansa alami. Konsep ini menunjukkan bahwa wisata ramah lingkungan tetap dapat menghadirkan kenyamanan tanpa harus merusak ekosistem.
Aksesibilitas menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan suatu destinasi wisata. Nusliko Park yang berlokasi di Desa Nusliko memiliki akses yang cukup memadai sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung. Kemudahan akses ini mendukung peningkatan jumlah kunjungan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ekonomi desa.
Sebagai destinasi eco friendly, Nusliko Park menempatkan kelestarian alam sebagai prioritas utama. Pengelola berupaya menjaga kebersihan kawasan dan mengedukasi pengunjung agar turut menjaga lingkungan. Konsep wisata ini sejalan dengan prinsip ekowisata yang menekankan keseimbangan antara kebutuhan rekreasi dan pelestarian alam.
Keberadaan tempat sampah yang memadai, imbauan untuk tidak merusak tanaman, serta pengelolaan kawasan yang teratur menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, setiap pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga diajak untuk berperan aktif dalam menjaganya.
Kehadiran Ekowisata Nusliko Park tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memberikan pengaruh bagi masyarakat sekitar. Salah satu dampak yang paling terasa adalah peningkatan aktivitas ekonomi lokal. Dengan adanya kunjungan wisatawan, masyarakat memiliki peluang untuk membuka usaha kecil seperti penjualan makanan, minuman, maupun cenderamata.
Selain itu, pengelolaan wisata yang melibatkan warga desa dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap destinasi tersebut. Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keamanan kawasan menjadi faktor penting dalam keberlanjutan wisata ini.
Tidak hanya dari sisi ekonomi, keberadaan Nusliko Park juga mendorong kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat. Konsep ramah alam yang diterapkan menjadi contoh nyata bahwa pengembangan wisata tidak harus merusak alam. Justru sebaliknya, alam dapat menjadi aset utama yang harus dijaga bersama.
Ekowisata Nusliko Park juga memiliki potensi sebagai destinasi edukatif. Konsep eco friendly yang diterapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Kunjungan ke tempat ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga pengalaman berharga tentang harmonisasi antara manusia dan alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Baronda.haltengkab.go.id