Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 MARET 2026 • 10:05 WIB

Menyusuri Jejak Leluhur di Tanah Weda: Pesona Wisata Budaya Jere Legae di Halmahera Tengah

Menyusuri Jejak Leluhur di Tanah Weda: Pesona Wisata Budaya Jere Legae di Halmahera TengahIlustrasi Wisata Budaya Jere Legae

MALUKU - Kabupaten Halmahera Tengah di Maluku Utara tak hanya dikenal dengan lanskap alamnya yang memukau, tetapi juga kekayaan warisan budaya yang masih dijaga hingga kini. Di balik rimbunnya hutan tropis, hamparan danau yang tenang, serta aliran sungai yang jernih, tersimpan jejak spiritual masyarakat adat Weda dalam bentuk jere situs keramat yang menjadi tempat penghormatan kepada leluhur.

Salah satu kawasan yang menyimpan jejak itu adalah sekitar Danau Nusliko. Di area ini, berdiri beberapa jere yang bukan hanya menjadi simbol spiritualitas masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan religi. Jere-jere tersebut antara lain Jere Legae Loi Luteng, Jere Legae Wosel, Jere Legae Mon Celek, Jere Legae Remow, hingga Jere Legae Aer Babunyi.

Menelusuri situs-situs ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin menyelami kepercayaan, legenda, dan kearifan lokal masyarakat Halmahera Tengah.

 
Jere Legae Loi Luteng: Tete Batu Api di Kawasan Danau Nusliko

Jere Legae Loi Luteng atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Tete Batu Api merupakan salah satu jere paling dihormati di Halmahera Tengah. Lokasinya berada di kawasan Danau Nusliko, sebuah area yang kini dikenal sebagai bagian dari ekowisata dan wisata budaya di Weda.

Bagi masyarakat setempat, Tete Batu Api bukan sekadar situs bersejarah. Diyakini sebagai tempat persemayaman leluhur yang memiliki kekuatan spiritual dan menjadi penjaga wilayah. Karena itu, jere ini dikeramatkan dan dijadikan tempat ziarah, terutama pada momen-momen tertentu ketika masyarakat memanjatkan doa atau memohon keselamatan.

Untuk mencapai Jere Legae Loi Luteng, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 7 kilometer dari Kota Weda. Aksesnya cukup unik karena memadukan jalur darat dan air. Dari pusat kota, wisatawan dapat menggunakan motor atau mobil menuju titik tertentu, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu ketinting dengan tarif sekitar Rp50.000.

Perjalanan menggunakan ketinting menyusuri perairan Nusliko menjadi pengalaman tersendiri. Di sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi panorama alam yang asri hutan hijau yang memantul di permukaan air, suara burung yang bersahutan, serta angin sepoi-sepoi yang membawa ketenangan. Semua itu seolah menjadi pengantar sebelum tiba di situs sakral yang sarat makna.

 
Jere Legae Wosel: Tete Batu yang Berdiri Teguh

Tak jauh dari Jere Legae Loi Luteng, sekitar 250 meter jaraknya, terdapat Jere Legae Wosel yang oleh masyarakat biasa disebut Tete Batu. Meski berdekatan, setiap jere memiliki cerita dan makna tersendiri bagi masyarakat adat.

Untuk mencapai Jere Legae Wosel, pengunjung juga harus menggunakan perahu ketinting dengan tarif sekitar Rp50.000. Akses yang hanya bisa ditempuh melalui jalur air membuat suasana perjalanan terasa eksklusif dan sakral. Seolah-olah, tidak semua orang dapat dengan mudah menjangkau tempat ini tanpa niat dan kesungguhan.

Secara fisik, jere ini berdiri sederhana namun sarat simbolisme. Batu yang menjadi penanda jere dipercaya sebagai representasi kehadiran leluhur yang tetap menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat. Tradisi ziarah di tempat ini biasanya dilakukan dengan penuh penghormatan, mengikuti tata cara yang telah diwariskan turun-temurun oleh para tetua adat.

 
Jere Legae Mon Celek: Dijaga Tetua, Dirawat Tradisi

Masih berada di kawasan ekowisata Nusliko, sekitar 1 kilometer dari Nusliko Park, berdiri Jere Legae Mon Celek. Lokasi ini menjadi salah satu titik penting dalam jaringan situs budaya di wilayah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Baronda.haltengkab.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menyusuri Jejak Leluhur di Tanah Weda: Pesona Wisata Budaya Jere Legae di Halmahera Tengah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!