Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 29 MARET 2026 • 09:10 WIB

Tugu Dolan di Ambon: Jejak Sejarah Prajurit Australia yang Gugur di Tanah Maluku

Tugu Dolan di Ambon: Jejak Sejarah Prajurit Australia yang Gugur di Tanah MalukuTugu Dolan saksi sejarah Ambon

MALUKU — Di balik keindahan alam dan kekayaan budaya di Ambon, tersimpan kisah sejarah yang jarang diketahui banyak orang. Salah satunya adalah keberadaan Tugu Dolan, sebuah monumen sederhana yang menyimpan cerita heroik sekaligus tragis dari masa Perang Dunia II.

Terletak di kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, tugu ini bukan sekadar penanda lokasi, melainkan simbol penghormatan terhadap seorang prajurit Australia bernama Dolan yang gugur dalam pertempuran melawan tentara Jepang saat pendudukan di Ambon. Hingga kini, nama “Tugu Dolan” tetap melekat dan dikenal oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari sejarah lokal.

Pada masa Perang Dunia II, wilayah Maluku, khususnya Ambon, menjadi salah satu titik strategis yang diperebutkan oleh kekuatan militer. Jepang yang saat itu melakukan ekspansi besar-besaran ke Asia Tenggara, menjadikan Ambon sebagai target penting karena letaknya yang strategis di kawasan timur Indonesia.

Pasukan Sekutu, termasuk tentara Australia, ditempatkan di Ambon untuk mempertahankan wilayah tersebut. Namun, kekuatan militer Jepang yang besar dan serangan yang terus-menerus membuat pertahanan Sekutu semakin melemah. Dalam situasi terdesak, banyak pasukan akhirnya mundur untuk menyelamatkan diri.

Di tengah situasi yang kacau itu, muncul sosok Dolan, seorang prajurit Australia yang memilih untuk tidak mundur bersama pasukannya. Ia tetap bertahan di Ambon, bersembunyi di suatu tempat di kawasan Kudamati, dan melakukan perlawanan seorang diri.

Dari tempat persembunyiannya, Dolan melakukan serangan terhadap tentara Jepang. Dengan keberanian dan strategi yang dimilikinya, ia berhasil melumpuhkan sejumlah prajurit Jepang. Aksi perlawanan ini tentu membuat pihak Jepang geram, karena seorang prajurit tunggal mampu memberikan perlawanan yang cukup berarti.

Dolan menjadi simbol keberanian dan tekad, meskipun berada dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Ia terus berjuang, meski sadar bahwa peluang untuk bertahan hidup sangat kecil.

Merasa terancam oleh aksi Dolan, tentara Jepang kemudian menyusun strategi untuk menghentikannya. Mereka berusaha mencari tahu lokasi persembunyian Dolan dengan berbagai cara. Setelah berhasil menemukan tempatnya, Jepang merancang serangan dari arah belakang untuk memastikan keberhasilan operasi tersebut.

Dalam serangan itu, Dolan akhirnya gugur setelah ditembak oleh pasukan Jepang. Tubuhnya dibiarkan begitu saja di lokasi kejadian, tanpa penghormatan, bahkan masyarakat sekitar dilarang untuk menguburkannya.

Kejadian ini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi rekan-rekannya sesama prajurit, tetapi juga bagi masyarakat setempat yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Meski berada dalam tekanan dan ancaman dari tentara Jepang, ada seorang warga lokal yang memberanikan diri untuk mengambil jasad Dolan. Dengan penuh risiko, ia kemudian menguburkan Dolan secara layak di bawah sebuah pohon gandaria.

Tindakan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap seorang prajurit yang telah gugur dengan gagah berani. Keberanian warga tersebut juga mencerminkan nilai kemanusiaan yang tinggi, di tengah situasi perang yang penuh ketakutan.

Lokasi pemakaman Dolan inilah yang kemudian menjadi tempat berdirinya Tugu Dolan saat ini.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Dolan, pemerintah Australia kemudian membangun monumen di lokasi tersebut. Tugu ini menjadi simbol pengingat atas pengorbanan seorang prajurit yang gugur di tanah asing dalam membela tugasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Mitos-Mitos Berlatar Belakang Sejarah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tugu Dolan di Ambon: Jejak Sejarah Prajurit Australia yang Gugur di Tanah Maluku

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!