Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 08 JUNI 2026 • 08:00 WIB

Danau Ngade Layak Jadi Destinasi Wisata Prioritas Kota Ternate, Surga Alam yang Menanti Sentuhan Pengembangan

Danau Ngade Layak Jadi Destinasi Wisata Prioritas Kota Ternate, Surga Alam yang Menanti Sentuhan PengembanganDanau Ngade berpotensi jadi ikon wisata Ternate (Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Prov Malut)

MALUKU  – Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata di berbagai daerah Indonesia, Kota Ternate sesungguhnya masih menyimpan sejumlah destinasi alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ikon wisata unggulan. Salah satu kawasan yang dinilai layak masuk dalam daftar destinasi wisata prioritas adalah Danau Ngade atau yang juga dikenal masyarakat sebagai Laguna Ngade yang berada di Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan.

Keindahan alam yang dimiliki kawasan ini menjadikannya salah satu aset wisata berharga bagi Kota Ternate dan Provinsi Maluku Utara. Tidak hanya menawarkan panorama danau yang memukau dengan latar Gunung Gamalama yang megah, Danau Ngade juga menyimpan kekayaan biodiversitas yang bernilai tinggi dan berpotensi menjadi daya tarik wisata berbasis ekologi atau ekowisata.

Namun di balik pesonanya, masyarakat setempat menilai potensi besar tersebut belum mendapatkan perhatian dan pengelolaan yang maksimal. Padahal, jika ditata dengan baik dan didukung oleh pembangunan infrastruktur yang memadai, Danau Ngade berpeluang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Danau Ngade terletak tidak jauh dari pusat Kota Ternate. Lokasinya yang strategis membuat kawasan ini relatif mudah dijangkau oleh wisatawan. Setiap harinya, pengunjung dapat menikmati pemandangan danau yang tenang dengan hamparan perbukitan hijau di sekelilingnya.

Salah satu daya tarik utama Danau Ngade adalah panorama alam yang masih asri. Dari kawasan ini, wisatawan dapat menyaksikan perpaduan lanskap danau, hutan, serta Gunung Gamalama yang menjadi ikon Kota Ternate. Keindahan tersebut menjadikan Danau Ngade sebagai lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.

Tak hanya itu, suasana yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam dan relaksasi. Potensi tersebut sangat relevan dengan tren pariwisata saat ini yang semakin mengarah pada wisata berbasis alam, konservasi, dan pengalaman autentik.

Selain memiliki panorama yang memikat, Danau Ngade juga dikenal sebagai habitat berbagai satwa endemik yang menjadi kekayaan hayati Maluku Utara. Kawasan ini menjadi tempat hidup bagi kuskus mata biru yang merupakan salah satu satwa khas wilayah timur Indonesia.

Keberadaan kuskus mata biru menjadi nilai tambah tersendiri karena satwa ini tergolong langka dan tidak mudah ditemukan di banyak tempat. Kehadiran satwa tersebut membuka peluang pengembangan wisata edukasi dan konservasi yang dapat menarik minat peneliti, akademisi, hingga wisatawan pecinta alam.

Tidak hanya kuskus mata biru, kawasan Danau Ngade juga menjadi habitat berbagai jenis burung endemik. Beberapa di antaranya adalah kakatua putih, kakatua hijau, nuri merah, dan elang yang sering terlihat di sekitar kawasan hutan dan perairan danau.

Keanekaragaman hayati tersebut menjadikan Danau Ngade sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi birdwatching atau wisata pengamatan burung. Di berbagai negara, wisata pengamatan burung bahkan menjadi salah satu sektor wisata yang mampu mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar karena menawarkan pengalaman unik dan berbeda.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep ekowisata menjadi salah satu model pengembangan pariwisata yang banyak diterapkan di berbagai daerah. Ekowisata tidak hanya berfokus pada kunjungan wisata, tetapi juga mengedepankan aspek konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan sumber daya alam.

Danau Ngade memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi kawasan ekowisata unggulan. Keindahan alam, kekayaan flora dan fauna, serta keterlibatan masyarakat lokal merupakan modal utama yang dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang berkelanjutan.

Pengembangan wisata berbasis lingkungan juga dinilai lebih aman bagi kelestarian kawasan dibandingkan pembangunan yang terlalu berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam. Dengan pendekatan yang tepat, Danau Ngade dapat menjadi contoh destinasi wisata yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Di balik potensi besar yang dimiliki Danau Ngade, masyarakat Kelurahan Fitu berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pengembangan kawasan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dispar.malutprov.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Danau Ngade Layak Jadi Destinasi Wisata Prioritas Kota Ternate, Surga Alam yang Menanti Sentuhan Pengembangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!