Kamis, 29 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

8 Potensi Unggulan Kota Ambon yang Jadi Andalan Maluku

Author

Potensi Unggulan Kota Ambon y (Humas /ADPIM)

MALUKU – Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga jantung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di kawasan timur Indonesia. Dengan luas wilayah sekitar 377 km² dan garis pantai sepanjang 98 km, Ambon memiliki posisi strategis sebagai simpul perdagangan laut sekaligus hub utama yang menghubungkan 9 kabupaten dan 2 kota lain di Maluku.

Ambon juga punya keunikan yang jarang dimiliki kota lain. Pada 31 Oktober 2019, UNESCO menetapkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia, menjadikannya kota pertama di Indonesia yang masuk daftar 66 kota kreatif dunia. Gelar ini bukan hanya simbol, tetapi juga bukti bahwa Ambon memiliki identitas budaya yang kuat dan potensi industri kreatif yang besar.

Dengan segala keunggulannya, Ambon menyimpan delapan potensi utama yang bisa menjadi motor pertumbuhan Maluku. 

1. Sarana dan Prasarana

Ambon memiliki infrastruktur transportasi yang cukup modern. Dari total 271 km jalan, hampir seluruhnya sudah beraspal. Moda transportasi darat kini semakin maju dengan hadirnya layanan daring berbasis aplikasi yang memudahkan mobilitas masyarakat.

Baca juga: Seks Bebas Jadi Pemicu Tingginya Kasus HIV/AIDS di MBD

Untuk jalur laut, Ambon dilengkapi pelabuhan penyeberangan seperti Galala, Poka, dan Ambon. Pelabuhan peti kemas yang dikelola PT Pelindo IV bahkan sejak 2018 sudah mampu melayani ekspor langsung ke luar negeri, memangkas biaya angkut hingga 50%. Dari sisi udara, Bandara Internasional Pattimura yang terletak di Teluk Ambon menghubungkan kota ini dengan Jakarta, Surabaya, Makassar, dan kota besar lainnya.

Infrastruktur ini menjadikan Ambon sebagai simpul penting dalam perdagangan dan mobilitas masyarakat Maluku, sekaligus membuka peluang investasi di sektor logistik dan transportasi. Dengan dukungan sarana prasarana yang memadai, Ambon mampu menjadi pusat distribusi barang dan jasa di kawasan timur Indonesia.

2. Perikanan

Ambon dikenal sebagai pusat perikanan nasional. Ikan pelagis kecil seperti sardinella, layang, dan tongkol, serta ikan pelagis besar seperti cakalang dan tuna sirip kuning, menjadi komoditas unggulan. Stok lestari ikan di wilayah Ambon mencapai ribuan ton per bulan, dengan pemanfaatan yang masih jauh di bawah kapasitas maksimal.

Baca juga: Pemkab MBD Raih UHC Award 2026, Bupati Dorong Layanan Kesehatan Makin Optimal

Potensi ini membuka peluang besar untuk investasi di sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Di hulu, usaha pengadaan kapal, pasokan es, dan cold storage mendukung aktivitas nelayan. Di hilir, pengolahan ikan asap, beku, hingga kaleng menjadi produk bernilai tambah yang bisa dipasarkan ke tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, kegiatan perikanan bisa dikembangkan menjadi ekowisata dan kuliner khas Ambon. Bayangkan wisatawan menikmati ikan asap langsung dari dapur tradisional Ambon, atau ikut serta dalam tur memancing di laut Banda. Potensi ini bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat citra Ambon sebagai kota bahari.

3. Perdagangan dan Jasa

Sektor perdagangan dan jasa di Ambon terus berkembang. Hingga 2008 tercatat ratusan UMKM, usaha jasa, dan industri kecil yang tersebar di berbagai wilayah kota. Ambon juga memiliki pusat perbelanjaan modern, pasar tradisional, serta kawasan baru di Passo yang dikembangkan sebagai pusat ekonomi kedua.

Kawasan Passo dinilai sangat strategis untuk investasi perdagangan dan jasa karena memiliki terminal transit dan ruang permukiman baru. Dengan dukungan infrastruktur, kawasan ini berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Perdagangan dan jasa di Ambon juga semakin relevan dengan perkembangan digital. UMKM kini mulai memanfaatkan platform daring untuk menjual produk lokal, dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. Transformasi digital ini membuka peluang bagi Ambon untuk memperluas pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional.

4. Peternakan

Ambon memiliki populasi ternak yang cukup beragam, mulai dari sapi, kerbau, kambing, babi, hingga unggas. Potensi investasi terbuka di sektor hulu melalui usaha peternakan dan penggemukan, serta di sektor hilir lewat industri pengolahan daging seperti abon dan dendeng.

Untuk unggas, peluang usaha mencakup pakan ternak, restoran, dan rumah makan. Dengan dukungan pasar lokal yang besar, sektor peternakan bisa menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Ambon, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Jika dikelola dengan baik, sektor peternakan bisa menjadi sumber bahan baku industri kuliner lokal. Bayangkan restoran di Ambon yang menyajikan olahan daging khas dengan cita rasa Maluku, menjadi daya tarik wisata kuliner yang unik.

Baca juga: Pemkab MBD Dorong Pengusaha Maksimalkan Program Tol Laut 2026

5. Pertanian dan Perkebunan

Ambon dan wilayah sekitarnya kaya akan buah tropis khas Maluku. Gandaria, pisang jarum, durian lumapelu, manggis, rambutan binjai, hingga jeruk siam banjar menjadi komoditas unggulan. Ada juga salak riring, buah lokal Maluku dengan daging berwarna merah-putih yang manis dan renyah.

Kondisi iklim tropis mendukung pengembangan hortikultura, membuka peluang besar bagi produksi benih buah lokal. Potensi ini bisa dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekspor buah tropis khas Maluku.

Selain buah, Ambon juga memiliki potensi perkebunan rempah yang bersejarah. Pala dan cengkeh dari Maluku sudah dikenal sejak era kolonial sebagai komoditas bernilai tinggi. Kini, dengan pengelolaan modern, komoditas ini bisa kembali menjadi primadona ekspor.

6. Industri

Industri pengolahan ikan menjadi sektor utama di Ambon. Meski sebagian besar masih berbentuk industri rumahan, produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari makanan olahan, tekstil, kerajinan tangan, hingga furnitur.

Dengan dukungan sumber daya lokal yang melimpah, sektor industri di Ambon berpeluang besar untuk berkembang menjadi lebih modern dan berorientasi ekspor. Jika dikelola dengan baik, industri ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi kota sekaligus memperkuat daya saing Maluku di pasar global.

Industri kreatif juga punya peran penting. Dengan gelar Kota Musik Dunia, Ambon memiliki modal besar untuk mengembangkan ekosistem industri kreatif berbasis budaya. Musik, seni, dan kerajinan lokal bisa dikemas menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Baca juga: Pulau Tiga Assilulu: Pesona Bahari Tersembunyi di Barat Ambon

7. Energi

Ambon memiliki banyak sungai dengan debit air yang cukup besar, seperti Waiheru dan Wai Batu Gajah. Kondisi ini membuka peluang investasi energi mikro hidro untuk menambah pasokan listrik.

Potensi energi terbarukan ini bisa mendukung kebutuhan daya masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan pengembangan yang tepat, Ambon bisa menjadi contoh kota yang memanfaatkan energi ramah lingkungan, sejalan dengan tren global menuju energi hijau.

Selain mikro hidro, Ambon juga berpotensi mengembangkan energi surya. Dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi sepanjang tahun, panel surya bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah terpencil.

8. Pariwisata

Ambon terkenal dengan pesona alamnya yang memadukan pegunungan, perbukitan, pesisir, dan laut. Wisata bahari menjadi daya tarik utama, dengan 49 objek wisata alam dan 24 objek budaya. Destinasi populer antara lain Fort Victoria, Pantai Pintu Kota, Pantai Hukurila, dan Museum Siwalima.

Selain wisata alam, Ambon juga menawarkan wisata budaya dan kuliner. Musik tradisional, tarian khas, hingga makanan lokal seperti papeda menjadi bagian dari pengalaman wisata yang unik. Dengan promosi digital yang tepat, Ambon berpotensi menjadi destinasi unggulan di Indonesia Timur, bahkan menarik wisatawan mancanegara.

Pariwisata Ambon juga bisa dikembangkan dalam bentuk ekowisata. Dengan kekayaan laut dan hutan tropis, Ambon bisa menawarkan paket wisata berkelanjutan yang ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan tren global yang semakin mengutamakan pariwisata hijau.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Malukuprov.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU