Finduar Saumlaki, Destinasi Wisata Religi dengan Panorama Laut dan Arca Kristus Raja yang Ikonik
MALUKU - Maluku tidak hanya dikenal dengan keindahan alam baharinya, tetapi juga menyimpan berbagai destinasi wisata rohani yang memiliki nilai spiritual dan sejarah yang kuat. Salah satu lokasi yang menjadi tujuan penting wisata rohani di wilayah Maluku Tenggara Barat adalah Finduar, sebuah kawasan yang terletak tidak jauh dari Desa Olilit, Kota Saumlaki.
Finduar merupakan destinasi wisata rohani yang kerap dikunjungi oleh wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tempat ini dikenal sebagai ruang kontemplasi dan doa yang menawarkan ketenangan batin, sekaligus panorama alam yang menakjubkan. Keindahan alam yang berpadu dengan nilai religius menjadikan Finduar sebagai salah satu aset berharga umat Kristiani di wilayah tersebut.
Bagi masyarakat Kota Saumlaki dan sekitarnya, khususnya umat Katolik di wilayah Maluku Tenggara Barat, Finduar bukan sekadar tempat wisata. Kawasan ini telah lama menjadi pusat berbagai kegiatan rohani yang dijalankan secara rutin maupun insidental.
Finduar sering digunakan sebagai lokasi doa bersama, kunjungan rohani, kamp rohani, hingga berbagai kegiatan gerejani lainnya. Tempat ini menjadi ruang bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sekaligus memperkuat kebersamaan dan iman dalam kehidupan beragama.
Baca juga: Lana Paradise Ambon, Pilihan Wisata Keluarga yang Asri
Keberadaan Finduar memperlihatkan bagaimana ruang spiritual dapat menyatu dengan alam, menciptakan suasana yang hening dan damai. Banyak umat yang datang tidak hanya untuk beribadah secara formal, tetapi juga untuk mencari ketenangan dan refleksi diri.
Salah satu momen penting yang rutin dilaksanakan di Finduar adalah kegiatan gerejani dalam rangka memperingati Hari Raya Kristus Raja, yang biasanya jatuh setiap tanggal 24 November. Pada momen ini, umat Katolik dari berbagai wilayah di Maluku Tenggara Barat berkumpul untuk mengikuti rangkaian ibadah dan kegiatan rohani.
Perayaan Hari Kristus Raja di Finduar tidak hanya memiliki makna liturgis, tetapi juga menjadi simbol persatuan umat. Kehadiran ratusan hingga ribuan umat pada perayaan tersebut menjadikan Finduar sebagai titik sentral kehidupan rohani Katolik di Saumlaki dan sekitarnya.
Dalam suasana alam terbuka dengan latar laut yang luas, ibadah dan doa bersama terasa lebih khusyuk. Banyak umat mengungkapkan bahwa beribadah di Finduar memberikan pengalaman spiritual yang berbeda dibandingkan dengan ruang ibadah tertutup.
Salah satu daya tarik utama Finduar adalah pemandangan alamnya yang indah dan terbuka. Kawasan ini berada di dataran yang cukup tinggi, sehingga menawarkan panorama laut yang luas dan memanjakan mata. Dari lokasi ini, pengunjung dapat menyaksikan bentangan laut biru yang seolah tidak berujung.
Keindahan alam Finduar menjadi latar yang sempurna untuk kegiatan rohani. Suara angin, hamparan laut, dan suasana yang relatif tenang menciptakan nuansa damai yang sulit ditemukan di kawasan perkotaan. Tidak heran jika banyak pengunjung datang hanya untuk duduk sejenak, berdoa, atau merenung.
Bagi umat Kristiani, Finduar bukan hanya tempat yang indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam. Kawasan ini dianggap sebagai salah satu aset berharga yang harus dijaga dan dirawat bersama.
Ikon paling menonjol dari kawasan wisata rohani Finduar adalah Arca Kristus Raja. Patung ini berdiri megah menghadap ke arah laut, seolah memberkati wilayah di sekitarnya. Dengan posisi yang strategis dan ketinggian yang mencolok, arca ini dapat terlihat dari laut timur maupun laut barat.
Keberadaan Arca Kristus Raja tidak hanya menjadi simbol iman, tetapi juga daya tarik visual yang kuat. Patung ini sering menjadi pusat perhatian para pengunjung, termasuk wisatawan dan peziarah yang datang dari luar daerah.
Bagi para pencinta fotografi, Arca Kristus Raja di Finduar merupakan objek yang sangat menarik. Banyak fotografer menjadikan patung ini sebagai target utama untuk diabadikan dan dipublikasikan, baik untuk kebutuhan dokumentasi pribadi maupun konten media sosial.
Perpaduan antara arca religius, lanskap laut, dan cahaya alami menjadikan Finduar sebagai lokasi yang sangat fotogenik. Pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi atau sore hari, cahaya matahari menciptakan siluet yang dramatis di sekitar Arca Kristus Raja.
Momen matahari terbit dan terbenam sering menjadi waktu favorit bagi fotografer. Pemandangan laut yang berubah warna, ditambah keberadaan arca yang berdiri kokoh, menghasilkan komposisi visual yang kuat dan penuh makna.
Tidak sedikit foto Finduar yang kemudian dibagikan di berbagai platform digital, memperkenalkan kawasan ini sebagai salah satu destinasi wisata rohani yang unik di Maluku Tenggara Barat.
Salah satu keunggulan Finduar adalah aksesnya yang relatif mudah. Lokasi ini dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Desa Olilit Barat, sehingga tidak memerlukan perjalanan yang terlalu jauh dari pusat pemukiman.
Kondisi akses jalan yang memadai membuat Finduar dapat dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, hingga lansia. Kemudahan akses ini juga mendukung pelaksanaan kegiatan gerejani berskala besar yang melibatkan banyak umat.
Baca juga: Tradisi Hela Kereta di Maluku: Perayaan Imlek Komunitas Tionghoa Sebagai Warisan Budaya
Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, Finduar menjadi destinasi yang cocok untuk kunjungan singkat maupun kegiatan rohani yang berlangsung beberapa hari, seperti kamp rohani.
Finduar memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata rohani unggulan di Maluku Tenggara Barat. Keindahan alam, nilai spiritual, serta kemudahan akses menjadi modal penting untuk pengembangan wisata berbasis religi dan budaya.
Namun demikian, pengembangan kawasan ini tetap perlu memperhatikan aspek kelestarian dan kekhusyukan. Sebagai ruang spiritual, Finduar harus dijaga agar tetap menjadi tempat yang nyaman untuk berdoa dan berkegiatan rohani, tanpa kehilangan nilai sakralnya.
Kolaborasi antara masyarakat, gereja, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar Finduar dapat berkembang secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Keberadaan Finduar membuktikan bahwa wisata rohani tidak hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Di tempat ini, iman, alam, dan kebersamaan bertemu dalam satu ruang yang harmonis.
Bagi umat Katolik di Maluku Tenggara Barat, Finduar adalah simbol kekuatan iman dan persatuan. Sementara bagi wisatawan, kawasan ini menawarkan pengalaman yang berbeda, jauh dari hiruk-pikuk, dengan suasana yang tenang dan penuh makna.
Dengan segala keistimewaan yang dimilikinya, Finduar layak dikenal sebagai salah satu destinasi wisata rohani yang membanggakan di Saumlaki dan Maluku Tenggara Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jadesta.kemenpar.go.id