MALUKU - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu membawa nuansa berbeda di berbagai daerah, termasuk di Maluku. Menjelang Imlek, sejumlah pusat pertokoan di Kota Ambon hingga Ternate mulai dipenuhi warna merah dan emas. Lampion bergantung di depan toko, ornamen shio dipajang di etalase, hingga amplop angpao berjejer rapi menjadi pemandangan yang mudah ditemui.
Tradisi mempercantik rumah dan tempat usaha dengan dekorasi Imlek bukan hanya dilakukan oleh warga Tionghoa, tetapi juga masyarakat umum yang ingin ikut merasakan semarak perayaan. Tak heran jika pusat penjualan pernak-pernik Imlek di Maluku selalu ramai diserbu pembeli setiap tahunnya.
Di Maluku, pusat penjualan pernak-pernik Imlek paling banyak ditemukan di kawasan pertokoan Mardika dan Pasar Batu Merah, Kota Ambon. Area ini menjadi lokasi utama yang diincar warga karena pilihan produknya cukup lengkap dan harganya relatif bersaing. Sejak satu hingga dua bulan sebelum Imlek, toko-toko grosir dan ritel di kawasan ini mulai menambah stok dekorasi musiman.
Sementara itu, di Ternate, penjualan pernak-pernik Imlek terpusat di kawasan pertokoan pusat kota, terutama di sekitar area pasar tradisional dan wilayah dekat pelabuhan. Beberapa toko kelontong besar juga menyediakan dekorasi Imlek sebagai bagian dari stok musiman mereka.
Selain toko fisik, sejumlah pelaku usaha kini memanfaatkan media sosial dan marketplace lokal untuk menjangkau pembeli lebih luas. Namun, pengalaman berburu langsung di toko tetap menjadi pilihan favorit karena pembeli dapat melihat kualitas barang secara langsung.
Warna merah dan emas tetap menjadi primadona dalam setiap perayaan Imlek. Lampion merah berbagai ukuran menjadi salah satu produk paling laris. Amplop angpao dengan desain karakter shio tahun berjalan juga selalu menjadi incaran pembeli.
Ornamen gantung berbentuk ikan koi, bunga plum, hingga simbol keberuntungan seperti karakter “Fu” (福) banyak menghiasi rak-rak toko. Stiker dinding dan dekorasi pintu bertema Imlek turut melengkapi suasana rumah agar semakin meriah.
Tak hanya dekorasi rumah, perlengkapan perayaan seperti lilin merah besar, dupa, hingga hiasan meja altar juga tersedia di beberapa toko tertentu. Bagi pelaku usaha, dekorasi etalase toko bernuansa Imlek juga menjadi strategi untuk menarik perhatian pelanggan.
Menjelang Imlek, suasana pusat penjualan pernak-pernik di Maluku berubah menjadi lebih semarak. Lampion bergantung berjajar di depan toko, menciptakan pemandangan khas yang identik dengan perayaan Tahun Baru Cina.
Pengunjung datang silih berganti, mulai dari keluarga yang berbelanja bersama anak-anak hingga pemilik usaha yang membeli dekorasi dalam jumlah besar. Interaksi hangat antara pedagang dan pembeli menciptakan suasana yang khas dan penuh keakraban.
Beberapa toko bahkan menawarkan paket dekorasi lengkap dengan harga khusus, sehingga pembeli tidak perlu memilih satu per satu perlengkapan yang dibutuhkan.
Harga pernak-pernik Imlek di Maluku cukup bervariasi. Amplop angpao dijual mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per pak, tergantung jumlah dan desainnya. Lampion kecil biasanya dibanderol mulai Rp15 ribu, sementara lampion besar berbahan kain tebal bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Ornamen gantung dan hiasan pintu dijual di kisaran Rp20 ribu hingga Rp75 ribu. Beberapa pedagang memberikan potongan harga untuk pembelian dalam jumlah banyak. Karena bersifat musiman, harga bisa sedikit meningkat mendekati hari perayaan.
Pembeli disarankan memperhatikan kualitas bahan dan kerapian jahitan atau cetakan pada dekorasi. Pilih lampion dengan rangka kokoh dan warna yang tidak mudah pudar. Untuk angpao, pastikan kertas cukup tebal agar tidak mudah sobek.
Membandingkan harga di beberapa toko dapat membantu mendapatkan penawaran terbaik. Berbelanja lebih awal juga menjadi strategi agar pilihan desain masih lengkap.
Perayaan Imlek membawa dampak positif bagi perputaran ekonomi lokal di Maluku. Penjualan dekorasi musiman menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pedagang ritel dan grosir.
Banyak toko kebutuhan sehari-hari ikut menambah stok pernak-pernik Imlek untuk meningkatkan omzet. Bahkan, beberapa pelaku UMKM mulai memproduksi dekorasi handmade sebagai alternatif produk unik.
Lonjakan permintaan menjelang Imlek membantu meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional maupun pusat pertokoan modern. Meski bersifat musiman, perputaran ekonomi ini memberikan kontribusi signifikan bagi pedagang lokal.
Semarak warna merah dan emas yang menghiasi toko-toko di Maluku bukan sekadar simbol perayaan, tetapi juga harapan akan keberuntungan dan rezeki di tahun yang baru. Berburu pernak-pernik Imlek di pusat penjualan lokal pun menjadi pengalaman tersendiri, sekaligus bentuk dukungan terhadap ekonomi daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber