Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 09:17 WIB

Profil Kota Ambon: Peta, Demografi, Batas Wilayah, dan Daftar Kota

Author

Ilustrasi Ambon
MALUKU - Kota Ambon merupakan ibu kota Provinsi Maluku yang memiliki peran strategis baik dari sisi administratif, ekonomi, maupun pariwisata. Luas daratan Kota Ambon mencapai 359,45 km² dan luas perairan 17,55 km² dengan panjang garis pantai 98 km.

Secara administratif, wilayah Kota Ambon diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1979, dengan total luas 377 km², atau sekitar 2/5 dari total luas Pulau Ambon. Kota ini memiliki karakteristik geografis unik karena berada di pulau yang dikelilingi laut, sehingga memengaruhi iklim, topografi, serta potensi sektor perikanan dan pariwisata.

Letak Geografis Kota Ambon
Secara koordinat, Kota Ambon terletak pada 3º 34’ 8,40” – 3º 47’ 42,00” Lintang Selatan dan 128º 1’ 33,60” – 128º 18’ 3,60” Bujur Timur.

Letak ini menempatkan Ambon sebagai kota pesisir yang strategis di Maluku, berbatasan langsung dengan Laut Banda di bagian selatan.

Keberadaan laut ini tidak hanya menentukan iklim tropis dan musim yang dialami kota, tetapi juga memberikan peluang besar bagi pengembangan sektor perikanan dan ekonomi kelautan.

Peta Wilayah Kota Ambon dan Pembagian Administratif

Peta Administrasi Kota Ambon (petatematikindo)
Kota Ambon terbagi menjadi lima kecamatan yang terdiri dari 30 desa/negeri dan 20 kelurahan. Pembagian administratif ini memudahkan pengelolaan layanan publik, pembangunan infrastruktur, dan pemantauan potensi ekonomi di tiap wilayah.

Lima kecamatan tersebut memiliki karakteristik berbeda, mulai dari wilayah pusat perkotaan hingga daerah pesisir yang lebih menonjolkan kegiatan perikanan.

Peta wilayah Kota Ambon menggambarkan lokasi strategis masing-masing kecamatan serta posisi kota sebagai hub transportasi dan layanan publik di Maluku.

Batas Wilayah Kota Ambon dengan Daerah Sekitarnya
Secara administratif, Kota Ambon berbatasan dengan beberapa wilayah kabupaten di Provinsi Maluku, yaitu:

Utara: Desa Hitu, Hila, dan Kaitetu dari Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Selatan: Laut Banda, yang membentang sepanjang pantai selatan kota.
Timur: Desa Suli dari Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Barat: Desa Hatu dari Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.
Batas-batas ini menegaskan posisi Kota Ambon sebagai kota pesisir dengan konektivitas ke berbagai wilayah di pulau Ambon dan pulau sekitarnya.

Daftar Kota/Kabupaten di Kota Ambon
Meskipun Kota Ambon merupakan satu kota administratif, pembagian internalnya melalui lima kecamatan dan beberapa desa serta kelurahan memungkinkan perencanaan pembangunan yang terstruktur.

Pembagian ini juga membantu dalam pengembangan fasilitas kesehatan, pendidikan, serta sarana transportasi. Selain itu, wilayah pesisir dan bagian daratan yang lebih tinggi memiliki fungsi berbeda, misalnya kawasan perikanan, pemukiman, dan area wisata.

Kondisi Demografi Penduduk Kota Ambon
Kota Ambon memiliki populasi yang beragam, terdiri dari berbagai etnis dan latar budaya. Letaknya yang strategis sebagai ibu kota provinsi membuat kota ini menjadi pusat migrasi internal dari berbagai wilayah di Maluku.

Data demografi menunjukkan pertumbuhan penduduk yang stabil setiap tahunnya, dengan kepadatan penduduk lebih tinggi di kawasan pusat kota dibandingkan area pesisir atau perbukitan. Keanekaragaman demografi ini turut memengaruhi budaya, bahasa, dan pola ekonomi masyarakat setempat.

Pertumbuhan dan Persebaran Penduduk
Pertumbuhan penduduk Kota Ambon didorong oleh mobilitas penduduk dari kabupaten-kabupaten sekitar, serta urbanisasi yang mendorong meningkatnya permintaan layanan publik dan infrastruktur.

Persebaran penduduk sebagian besar terkonsentrasi di pusat kota dan kawasan pesisir karena akses transportasi, fasilitas pendidikan, serta peluang ekonomi lebih mudah dijangkau. Sebagian wilayah perbukitan cenderung memiliki kepadatan lebih rendah, namun tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan ruang kota yang berkelanjutan.

Potensi Ekonomi dan Karakteristik Wilayah

Sektor Perikanan
Letak Ambon yang berbatasan dengan Laut Banda menjadikan kota ini memiliki potensi perikanan yang tinggi. Wilayah Perairan Pengelolaan Perikanan (WPP-714) di laut Banda memiliki potensi tangkap 248.400 ton/tahun, dengan kuota yang diperbolehkan 198.700 ton/tahun.

Zona perikanan tangkap terbagi menjadi sub zona pelagis dan demersal. Sub zona pelagis mencakup seluruh perairan, kecuali Teluk Ambon Dalam, sementara sub zona demersal berada di sepanjang pantai kota. Kawasan budidaya laut efektif berada di Teluk Ambon Dalam seluas 5,97 km², dengan potensi budidaya air laut dan air tawar masing-masing 1.868,6 ha dan 3.139 ha.

Sektor Pariwisata
Pariwisata di Kota Ambon menunjukkan tren positif. Angka kunjungan wisatawan asing meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, misalnya pada 2023 tercatat 1.366 wisatawan, didominasi dari Australia (36%), Tiongkok (14%), dan Filipina (13%).

Destinasi populer termasuk Pantai Pintu Kota, terkenal dengan tebing berlubang yang unik akibat ombak, serta Bukit Paralayang di desa Nusaniwe yang menawarkan pemandangan laut Seri dan olahraga paralayang. Kedua lokasi ini dapat ditempuh dalam waktu 30–60 menit dari pusat kota atau Bandara Pattimura.

Fakta Menarik tentang Kota Ambon
Kota Ambon memiliki kombinasi unik antara budaya, alam, dan ekonomi maritim. Kota ini memiliki iklim tropis dan musiman, dengan pengaruh laut yang besar. Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson (1951), Ambon memiliki tipe iklim B dengan 9,58 bulan basah dan 1,67 bulan kering per tahun.

Topografi kota sebagian besar bergelombang hingga terjal (87%) dan hanya 13% merupakan daerah datar. Kondisi ini memengaruhi tata ruang, pemukiman, dan lokasi kegiatan ekonomi seperti perikanan dan pariwisata.

Selain itu, keberadaan pantai, teluk, dan perbukitan memberikan peluang wisata dan olahraga, sementara sektor perikanan menyediakan sumber penghidupan penting bagi masyarakat pesisir. Kota Ambon juga menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan layanan publik di Maluku, menjadikannya kota strategis yang terus berkembang.

Dengan luas daratan 359,45 km², letak strategis, potensi ekonomi laut, serta perkembangan pariwisata yang pesat, Kota Ambon tidak hanya menjadi ibu kota provinsi tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya di Maluku.

Peta wilayah, data demografi, dan pembagian administratif yang jelas membantu pemerintah daerah merencanakan pembangunan berkelanjutan, menjaga keseimbangan lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ambon.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU