Selasa, 24 MARET 2026 • 11:25 WIB

Asal Mula Raja Iha: Dari Ular Besar hingga Lahirnya Pemimpin Negeri

Author

Asal raja Iha dari tanda alam

MALUKU – Di balik sunyinya pedalaman Pulau Seram, tersimpan sebuah legenda yang sarat makna tentang asal-usul kepemimpinan di sebuah negeri kecil bernama Iha Luhu. Kisah ini dikenal sebagai cerita tentang lahirnya Raja Iha, yang hingga kini masih hidup dalam ingatan masyarakat setempat.

Legenda ini bukan sekadar cerita rakyat, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual, kepercayaan terhadap tanda alam, serta pentingnya kepemimpinan yang bijaksana.

Pada masa lampau, masyarakat Iha hidup tanpa seorang raja. Para tetua adat mengalami kesulitan dalam menentukan siapa yang layak memimpin negeri. Sosok yang diharapkan bukan sekadar pemimpin biasa, melainkan raja yang bijaksana dan mampu membawa kesejahteraan bagi rakyatnya.

Berbagai cara telah dilakukan untuk menemukan pemimpin tersebut, termasuk melalui ritual ramalan yang dikenal sebagai mawe. Namun, usaha itu belum juga membuahkan hasil.

Keadaan ini membuat masyarakat diliputi kesedihan dan keputusasaan. Mereka pun terus memohon petunjuk dari roh-roh leluhur agar diberikan tanda tentang siapa yang pantas menjadi raja.

Suatu hari, seorang lelaki pergi berburu di hutan lebat. Setelah berjalan cukup jauh, ia merasa lelah dan memutuskan untuk beristirahat di atas batang pohon tumbang.

Sambil duduk, ia mengunyah sirih pinang seperti kebiasaan masyarakat setempat. Namun, saat hendak meludah, ia terkejut karena batang pohon yang didudukinya tiba-tiba bergerak.

Setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata batang tersebut adalah tubuh seekor ular besar. Dengan refleks, lelaki itu bersiap menebas ular tersebut menggunakan senjatanya.

Namun sebelum serangan dilakukan, terdengar suara misterius dari ular itu yang memohon agar tidak dibunuh. Ular tersebut mengatakan bahwa jika ia mati, maka negeri itu tidak akan pernah memiliki seorang raja.

Ia pun meminta lelaki tersebut untuk pulang dan kembali ke tempat itu keesokan harinya.

Mendengar hal itu, lelaki tersebut segera kembali ke kampung dan menceritakan kejadian aneh tersebut kepada para tetua adat.

Keesokan harinya, ia bersama para tetua kembali ke lokasi. Namun, ular besar itu sudah tidak ada. Sebagai gantinya, di tempat tersebut telah tumbuh sebatang pohon kelapa yang tinggi dan besar.

Ketika mereka melihat ke atas, tampak seorang anak laki-laki telanjang duduk di antara daun-daun kelapa. Warga pun terkejut sekaligus heran melihat kejadian tersebut.

Dengan penuh hati-hati, mereka membujuk anak itu agar turun. Menggunakan isyarat tangan, mereka memanggilnya hingga akhirnya anak tersebut turun dan mendekati mereka.

Setelah anak itu turun, masyarakat segera menutupi tubuhnya dengan kain sarung. Mereka percaya bahwa kehadiran anak tersebut merupakan jawaban dari doa dan permohonan mereka selama ini.

Anak laki-laki itu kemudian diangkat sebagai Raja Iha. Ia diyakini sebagai tanda dari kekuatan alam atau leluhur yang dikirim untuk memimpin negeri.

Sejak saat itu, tradisi pengangkatan raja di Iha tidak dilakukan sembarangan. Harus ada tanda khusus yang diyakini sebagai petunjuk dari alam atau leluhur.

Legenda Asal Mula Raja Iha mengandung pesan mendalam tentang hubungan manusia dengan alam dan kepercayaan terhadap kekuatan spiritual. Kisah ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang lahir dari kehendak bersama dan restu leluhur.

Selain itu, cerita ini menunjukkan bahwa dalam budaya Maluku, pemimpin bukan hanya dipilih secara rasional, tetapi juga melalui tanda-tanda yang diyakini memiliki makna sakral.

Hingga kini, kisah ini tetap diceritakan dari generasi ke generasi di wilayah Seram Barat. Ia menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat, sekaligus pengingat akan nilai-nilai kearifan lokal.

Legenda Raja Iha menjadi bukti bahwa dalam tradisi Nusantara, kepemimpinan sering kali lahir dari peristiwa-peristiwa luar biasa yang sarat makna simbolik.

Dari seekor ular misterius hingga seorang anak yang muncul di pucuk kelapa, cerita ini menegaskan bahwa alam dan manusia memiliki keterkaitan yang tidak terpisahkan dalam perjalanan sejarah sebuah negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Mitos-Mitos Berlatar Belakang Sejarah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU