Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 05 MARET 2026 • 09:41 WIB

Peresmian Malut Halal Fair 2026, Gubernur Dorong UMKM Segera Kantongi Sertifikat Halal

Peresmian Malut Halal Fair 2026, Gubernur Dorong UMKM Segera Kantongi Sertifikat HalalUMKM Malut Siap Wajib Sertifikat Halal (Adpim/Malut)

MALUKU – Ajang Malut Halal Fair 2026 resmi dibuka di Duafa Center, Rabu (4/3/26). Kegiatan yang digagas oleh Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.

Turut mendampingi dalam seremoni tersebut Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Solahuddin Al Ayub, Kepala BI Perwakilan Malut Handi Susila, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal lainnya.

Malut Halal Fair 2026 hadir dengan tiga fokus utama, yakni penguatan ekosistem ekonomi syariah, optimalisasi halal value chain (HVC), serta pengembangan sektor keuangan berbasis syariah. Agenda ini menjadi wadah strategis untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyampaikan bahwa pada 2026 tersedia sekitar 5.000 kuota sertifikasi halal, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ia menegaskan pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk, baik dari sisi kepercayaan konsumen maupun perluasan akses pasar. Produk bersertifikat halal dinilai memiliki daya jual lebih tinggi dan peluang penetrasi pasar yang lebih luas.

Menurutnya, Maluku Utara memiliki potensi besar untuk menghadirkan lebih banyak produk bersertifikasi halal, mengingat kekayaan komoditas lokal dan geliat UMKM yang terus berkembang.

Gubernur juga memberi penegasan bahwa tahun 2026 menjadi masa transisi terakhir bagi pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan pameran atau membuka outlet dalam agenda resmi Pemerintah Provinsi tanpa sertifikat halal. Mulai 2027, seluruh UMKM yang terlibat dalam kegiatan Pemprov Maluku Utara diwajibkan telah mengantongi sertifikasi halal. Kebijakan ini diharapkan mendorong percepatan legalitas dan standar mutu produk daerah.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Maluku Utara, Handi Susila, menjelaskan bahwa Malut Halal Fair 2026 digelar selama empat hari, dari 4 hingga 7 Maret. Rangkaian kegiatan meliputi bazar UMKM, talkshow, sosialisasi ekonomi syariah, layanan penukaran uang, fasilitasi sertifikasi halal, hingga edukasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf).

Kegiatan ini juga melibatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, KDEKS, para pelaku UMKM, serta mitra strategis lainnya. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan memperkuat fondasi ekonomi syariah di daerah dan menjadikan Maluku Utara sebagai salah satu pusat pengembangan industri halal di kawasan timur Indonesia.

Melalui Malut Halal Fair 2026, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mendorong UMKM naik kelas, tidak hanya dari sisi produksi dan pemasaran, tetapi juga dari aspek legalitas dan standar halal yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Malutprov.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Peresmian Malut Halal Fair 2026, Gubernur Dorong UMKM Segera Kantongi Sertifikat Halal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!