Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 08 MARET 2026 • 19:30 WIB

Diskusi Samurai Malut, Sekda Ternate Bahas Problematika Kota dan Kepemimpinan Responsif

Diskusi Samurai Malut, Sekda Ternate Bahas Problematika Kota dan Kepemimpinan ResponsifSekda Ternate Bahas Problematika Kota Ternate (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

MALUKU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam diskusi publik yang diselenggarakan Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Rakyat Indonesia (Samurai) Maluku Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Interaksi Ide dan Gagasan (Pigas), Kelurahan Kalumata, Kota Ternate, Jumat (6/3/2026) malam.

Diskusi yang mengangkat tema “Responsive Man: Problematika Kota dan Urgensi Kepemimpinan yang Responsif” ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa. Forum tersebut dimanfaatkan untuk membahas berbagai isu strategis yang tengah berkembang di Kota Ternate sekaligus mendorong lahirnya ide-ide konstruktif demi pembangunan kota yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kehadiran Sekda dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam membuka ruang komunikasi dengan generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai bagian penting dari elemen masyarakat yang kritis terhadap arah pembangunan daerah.

Dalam diskusi tersebut, Samurai Maluku Utara menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik di Kota Ternate. Beberapa isu yang dibahas antara lain pengelolaan sampah, penataan pasar higienis dan pasar tradisional, pengembangan kawasan Barito, hingga aktivitas pertambangan galian C yang dinilai perlu pengawasan lebih ketat.

Berbagai persoalan tersebut menjadi bahan diskusi yang cukup dinamis antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Mahasiswa menyampaikan pandangan kritis sekaligus harapan agar pemerintah mampu menghadirkan kebijakan yang responsif serta solutif terhadap berbagai tantangan perkotaan.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Ternate menegaskan bahwa pemerintah selalu terbuka terhadap masukan dari masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa.

“Forum seperti ini sangat penting karena dapat menjadi ruang bertukar gagasan. Mahasiswa memiliki perspektif yang kritis dan konstruktif untuk melihat persoalan kota,” ujarnya.

Mengawali pemaparannya, Rizal Marsaoly juga berbagi cerita mengenai perjalanan kariernya sebelum bergabung dalam birokrasi pemerintahan. Ia mengungkapkan bahwa sebelum menjadi bagian dari aparatur sipil negara, dirinya sempat berkarier di sektor perbankan.

Namun, ia akhirnya memutuskan untuk mengabdikan diri dalam dunia birokrasi karena melihat adanya kebutuhan akan kerja-kerja pemerintahan yang membutuhkan dedikasi tinggi.

“Saya masuk birokrasi karena melihat ada sesuatu yang membutuhkan kerja ekstra. Saat itu saya tertarik dengan kepemimpinan Samsir Andili yang santai tetapi dekat dengan aparatur sipil negara,” ungkapnya.

Menurutnya, kepemimpinan yang mampu membangun kedekatan dengan aparatur merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan birokrasi yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menjelaskan bahwa pembangunan Kota Ternate tidak berjalan secara terpisah dari satu periode ke periode lainnya. Setiap masa kepemimpinan memiliki peran penting dalam membangun fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menyebutkan bahwa konsep pembangunan di Kota Ternate telah melalui beberapa fase penting. Pada masa kepemimpinan Samsir Andili, pembangunan kota diarahkan melalui konsep Ternate Madani. Kemudian pada periode kepemimpinan Wali Kota Hi. Burhan Abdurrahman, pembangunan dilanjutkan melalui konsep Bahari Berkesan.

Saat ini, pembangunan Kota Ternate berada dalam visi Ternate Andalan yang diusung oleh Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ternatekota.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Diskusi Samurai Malut, Sekda Ternate Bahas Problematika Kota dan Kepemimpinan Responsif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!