Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 02 JULI 2026 • 09:34 WIB

Jejaring Kolaboratif KK Pulau Buano Terbentuk, Roberth Hutuely Ditunjuk Jadi Kordum

Jejaring Kolaboratif KK Pulau Buano Terbentuk, Roberth Hutuely Ditunjuk Jadi KordumKordum Jejaring Kelompok Pengelolaan Kolaboratif KK Pulau Buano, Roberth Hutuely. (Muhammad/Indozone)

MALUKU - Jejaring Kelompok Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Konservasi (KK) Perairan Pulau Buano resmi terbentuk. Peserta pertemuan lintas sektor sepakat menunjuk Roberth Hutuely sebagai Koordinator Umum (Kordum).

Sebagai kordum, Roberth bertugas mengoordinasikan tiga kelompok pengelolaan dari Desa Waesala, Buano Selatan, dan Soleh untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan KK Pulau Buano.

Roberth juga bertugas berkoordinasi dengan para dewan pengarah dari lintas sektor.

Baca juga: Perkuat Jejaring Kolaboratif di KK Pulau Buano, Fokus Sasi di Desa Soleh-Waesala

Jejaring tersebut terbentuk dalam rapat di Aula Pertemuan Yayasan SAHARI, Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (25/6/2026). Kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja pada Jumat (26/6/2026).

Pengelolaan kolaboratif ini didukung melalui Program TFCCA yang dipimpin oleh konsorsium Yayasan SAHARI bersama CTC dan KIRANIS.

Kordum Jejaring Kelompok Pengelolaan Kolaboratif KK Pulau Buano, Roberth Hutuely menyambut baik inisiasi pembentukan jejaring oleh tiga lembaga nirlaba tersebut. Ia berharap tiga kelompok pengelola dapat memperkuat pengawasan sehingga praktik penangkapan ikan destruktif berkurang.

“Kita akan tetap konsisten melakukan berbagai kegiatan untuk mengurangi praktik penangkapan ikan dengan bom dan potas. Jika itu bisa dilakukan, kelestarian KK Pulau Buano akan terjaga,” ujar Roberth.

Menurutnya, laut lestari akan berdampak terhadap peningkatan nilai ekonomi nelayan.

Baca juga: Dari Dialog ke Inisiasi Deklarasi Damai: Upaya Polisi Baur dengan Warga Jaga Kamtibmas di Seram Bagian Barat

Dampak lainnya jika ekosistem perairan terjaga, maka area penangkapan juga tak jauh sehingga pengeluaran membeli bahan bakar tidak membengkak.

“Kelompok kolaborasi akan konsisten menjaga kelestarian perairan KK Pulau dan perairan sekitar. Termasuk juga menerapkan konservasi berbasis kearifan lokal seperti sasi di Waesala dan Soleh,” ujarnya.

Roberth menjelaskan guna mencapai laut yang lestari dan berkelanjutan, pihaknya juga telah menyusun rancangan kerja pengelolaan kolaboratif.

Jejaring Kolaboratif KK Pulau Buano Terbentuk, Roberth Hutuely Ditunjuk Jadi KordumPihak Yayasan SAHARI bersama CTC dan KIRANIS menjadi fasilitator dalam sesi menyusun rencana kerja pengelolaan kolaboratif. (Muhammad/Indozone)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jejaring Kolaboratif KK Pulau Buano Terbentuk, Roberth Hutuely Ditunjuk Jadi Kordum

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!