Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 APRIL 2026 • 08:58 WIB

Sekda Haltim Paparkan RDTR di Forum Karang Taruna, Soroti Pengembangan Kawasan Industri Buli

Sekda Haltim Paparkan RDTR di Forum Karang Taruna, Soroti Pengembangan Kawasan Industri BuliSekda Haltim paparkan RDTR kawasan industri Buli (Humas)

MALUKU – Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, menghadiri sekaligus menjadi pemateri dalam forum diskusi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan Buli yang digelar Karang Taruna Kecamatan Maba. Kegiatan tersebut berlangsung di Kartika Resto, Rabu (29/04/2026), dan melibatkan berbagai unsur masyarakat serta pemangku kepentingan.

Dalam pemaparannya, Sekda menegaskan bahwa RDTR memiliki peran strategis sebagai pedoman utama dalam pemberian izin investasi dan pembangunan di kawasan Buli, Kecamatan Maba. Menurutnya, dokumen perencanaan ini menjadi fondasi penting dalam memastikan pembangunan kawasan industri berjalan tertib, modern, dan berkelanjutan.

“RDTR menjadi pedoman penting dalam pemberian izin investasi dan pembangunan di Buli. Kawasan industri ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memberikan kepastian hukum bagi investor,” ujar Ricky.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan kawasan industri Buli harus tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup, termasuk pengelolaan sampah di lingkar tambang. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa pengembangan kawasan Buli sejalan dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang kawasan industri. Dalam regulasi tersebut, wilayah Buli masuk dalam program pembangunan smelter yang menjadi bagian dari strategi hilirisasi nasional.

Sementara itu, Subarwan selaku Kepala CSR FHT yang mewakili Antam Group turut menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kawasan industri yang berwawasan lingkungan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup serta menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami dari Antam Group berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan lingkungan hidup, termasuk dalam penanganan sampah di kawasan Buli,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai bahwa keterlibatan publik dalam proses perencanaan seperti RDTR sangat penting agar pembangunan kawasan industri dapat memberikan manfaat yang merata dan berkelanjutan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Maba, Fiklerdein Guslaw, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa forum diskusi ini merupakan langkah strategis dalam mempertemukan kepentingan ekonomi nasional dan daerah. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong pembangunan wilayah yang terarah, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Diskusi RDTR ini juga melibatkan partisipasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah daerah dan perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Buli. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengembangan kawasan industri tetap memperhatikan aspek tata ruang, sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Melalui forum ini, berbagai masukan turut disampaikan, mulai dari penataan kawasan industri, peningkatan akses infrastruktur, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga perlindungan kawasan permukiman dan lingkungan sekitar.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan pengembangan kawasan industri Buli dapat berjalan secara optimal, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Halmahera Timur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Haltimkab.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sekda Haltim Paparkan RDTR di Forum Karang Taruna, Soroti Pengembangan Kawasan Industri Buli

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!