Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 14 JUNI 2026 • 22:01 WIB

18 Sejarawan Portugal Telusuri Jejak Rempah di Ternate dan Tidore, Perkuat Riset Sejarah Dunia

18 Sejarawan Portugal Telusuri Jejak Rempah di Ternate dan Tidore, Perkuat Riset Sejarah DuniaSejarawan Portugal telusuri warisan rempah Maluku Utara. (Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Prov Malut)

MALUKU - Maluku Utara kembali menjadi perhatian dunia internasional. Sebanyak 18 sejarawan asal Portugal melakukan kunjungan ilmiah ke Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan pada 7–8 Juni 2026 untuk menelusuri jejak sejarah perdagangan rempah yang pernah menghubungkan kawasan timur Indonesia dengan berbagai belahan dunia.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperdalam kajian historiografi global sekaligus mengeksplorasi berbagai situs bersejarah yang menjadi saksi penting perjalanan perdagangan rempah dunia pada masa lampau.

Selama berada di Maluku Utara, para sejarawan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan hubungan antara Nusantara dan bangsa-bangsa Eropa, khususnya Portugal. Kawasan Ternate dan Tidore diketahui menjadi salah satu pusat perdagangan rempah terbesar di dunia pada abad ke-15 hingga ke-17, sehingga memiliki posisi strategis dalam perkembangan sejarah maritim internasional.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan didampingi oleh Al' Azis Momanda, pemandu wisata profesional dari Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara. Pendampingan ini dilakukan untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai sejarah benteng-benteng peninggalan kolonial, pusat peradaban rempah, serta berbagai situs budaya yang masih terjaga hingga saat ini.

Melalui penelusuran langsung di lapangan, para peneliti memperoleh kesempatan untuk memahami konteks sejarah secara lebih komprehensif, mulai dari dinamika perdagangan rempah hingga interaksi budaya yang terbentuk selama berabad-abad.

Kunjungan ilmiah tersebut juga diharapkan dapat membuka ruang diskusi dan kerja sama akademik yang lebih luas antara peneliti Indonesia dan Portugal. Selain memperkaya literatur sejarah dunia, kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan mengenai warisan budaya dan sejarah yang dimiliki kedua negara.

Tidak hanya bernilai akademis, kehadiran para sejarawan Portugal juga menjadi bentuk diplomasi budaya yang mempererat hubungan historis antara masyarakat Maluku Utara dan Portugal. Hubungan tersebut memiliki akar panjang yang terbentuk sejak masa perdagangan rempah ketika bangsa Eropa mulai menjalin kontak dengan kerajaan-kerajaan di Maluku.

Di sisi lain, kunjungan ini turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata daerah. Dengan meningkatnya perhatian akademisi internasional terhadap Ternate dan Tidore, potensi wisata sejarah dan budaya Maluku Utara semakin dikenal di tingkat global.

Dalam pelaksanaan perjalanan tersebut, agen perjalanan lokal Halmahera Trip dipercaya untuk mengatur seluruh rangkaian tur para sejarawan selama berada di Ternate dan Tidore. Keterlibatan pelaku usaha lokal ini menunjukkan semakin besarnya peran sektor pariwisata daerah dalam mendukung kegiatan penelitian, edukasi, dan promosi destinasi berbasis sejarah.

Kunjungan 18 sejarawan Portugal ini menjadi pengingat bahwa Maluku Utara tidak hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga memiliki warisan sejarah yang berpengaruh besar terhadap perjalanan perdagangan dan peradaban dunia. Melalui penelitian dan kolaborasi internasional yang terus berkembang, jejak kejayaan rempah dari Ternate dan Tidore diharapkan semakin dikenal oleh generasi masa kini maupun mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dispar.malutprov.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

18 Sejarawan Portugal Telusuri Jejak Rempah di Ternate dan Tidore, Perkuat Riset Sejarah Dunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!