ASN Malut dilatih AI untuk transformasi digital (Humas/Adpim)
MALUKUI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong transformasi digital di sektor pemerintahan melalui peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) Government Transformation Academy (GTA) Tahun 2026 yang difokuskan pada penguasaan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan yang berlangsung pada 4–8 Mei 2026 ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BLSDM) Komdigi Manado. Pelatihan dipusatkan di Aula Bidadari, Kantor BPSDM.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dr. Fachruddin Tukuboya, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas persoalan pemerintahan dan melimpahnya data.
“Digital Talent Scholarship merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadapi revolusi industri 5.0. Kemajuan suatu bangsa saat ini sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi,” ujarnya.
Ia juga mendorong ASN untuk memanfaatkan AI dalam mendukung evaluasi kebijakan publik agar lebih tepat sasaran, cepat, dan berbasis data.
Senada dengan itu, Kepala BLSDM Komdigi Manado, Arsyad, M.Kom., menjelaskan bahwa AI mampu membantu ASN dalam mengolah data dalam jumlah besar, mengenali pola, hingga memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat. Teknologi ini juga dinilai dapat menjawab persoalan klasik pemerintah terkait data yang belum terintegrasi.
Arsyad menambahkan, program DTS secara umum terbagi dalam beberapa akademi, di antaranya Government Transformation Academy (GTA), Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Thematic Academy (TA), Professional Academy (ProA), Digital Entrepreneurship Academy (DEA), Digital Leadership Academy (DLA), hingga Talent Scouting Academy (TSA).
“Untuk pelatihan kali ini, fokus kita pada Government Transformation Academy yang memang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam transformasi digital pemerintahan,” jelasnya.
Sementara itu, Fachruddin berharap pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, bersih, dan berbasis digital. Ia menekankan pentingnya ASN sebagai motor penggerak inovasi dalam pelayanan publik.
“Pelatihan DTS diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di instansi pemerintah serta mendukung kemajuan Pemprov Maluku Utara,” pungkasnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan penyematan pin kepada perwakilan peserta sebagai simbol dimulainya pelatihan.
Di tengah arus transformasi digital nasional, Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda terus mendorong ASN agar lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan penguatan kompetensi digital, ASN diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang mampu meningkatkan efisiensi birokrasi, kualitas pelayanan publik, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Malutprov.go.id