Disiplin ASN jadi fokus utama gubernur (Humas/Adpim)
MALUKU – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Halaman Kantor Gubernur, Sofifi, Senin (04/05/2026). Apel ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural hingga staf ASN dan PPPK.
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan sejumlah poin strategis hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan sejak 2025 hingga April 2026, yang menitikberatkan pada disiplin kinerja, penguatan fiskal daerah, serta percepatan pelayanan publik.
Salah satu sorotan utama adalah kedisiplinan dalam pengelolaan administrasi kepegawaian. Gubernur mengingatkan masih adanya keterlambatan penginputan data oleh sejumlah OPD yang berdampak pada pembayaran gaji ASN secara elektronik. Ia menegaskan bahwa keterlambatan tersebut tidak dapat ditoleransi.
“Ini peringatan pertama dan terakhir. Jika masih terjadi, akan ada catatan kinerja langsung bagi pimpinan OPD terkait,” tegasnya.
Di sektor fiskal, Gubernur menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan APBD sebesar Rp2,7 triliun dan PAD saat ini Rp1,2 triliun, target PAD 2026 ditetapkan mencapai Rp1,5 triliun. Hal ini penting untuk mengantisipasi kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD mulai 2027.
Ia mengingatkan bahwa kegagalan mencapai target PAD berpotensi mengganggu pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Oleh karena itu, seluruh OPD diminta berkolaborasi dalam optimalisasi sektor pajak dan retribusi daerah.
Selain itu, Gubernur juga mengungkapkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025, di mana Maluku Utara berada di peringkat 31 dari 34 provinsi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum terintegrasinya data antar-OPD.
“Data yang tidak akurat menjadi hambatan besar dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan konektivitas wilayah, efisiensi anggaran akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Skema kontrak payung untuk pekerjaan lapis penetrasi (lapen) akan mulai diterapkan sebagai inovasi baru.
Pada sektor pendidikan, Pemprov telah menjalin kerja sama dengan berbagai sekolah kedinasan dan perguruan tinggi ternama untuk program beasiswa. Selain itu, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah dibuka secara daring tanpa pungutan biaya untuk jenjang SMA.
Sementara di sektor kesehatan, Gubernur meminta seluruh rumah sakit daerah mempercepat peningkatan kualitas layanan, mengingat masih perlunya pembenahan signifikan meskipun anggaran telah ditingkatkan.
Menutup arahannya, Gubernur menegaskan bahwa seluruh ASN harus bekerja secara maksimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Belanja pegawai Rp1,2 triliun harus sebanding dengan kinerja nyata untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Malutprov.go.id