Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 MEI 2026 • 10:06 WIB

Festival Ketupat Telaga Kodok 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Semangat Orang Basudara di Maluku

Festival Ketupat Telaga Kodok 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Semangat Orang Basudara di MalukuFestival Budaya Pererat Persatuan dan Kebersamaan (Diskominfo Maluku)

MALUKU – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026 yang berlangsung di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (30/5/2026).

Festival yang digelar dalam suasana penuh kebersamaan pasca-perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan semangat hidup orang basudara yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Maluku.

Dalam kesempatan itu, Sadali Ie membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku. Ia menyampaikan permohonan maaf Gubernur Hendrik Lewerissa yang tidak dapat hadir secara langsung karena harus menghadiri agenda kedinasan yang telah terjadwal sebelumnya.

Meski demikian, Gubernur menitipkan salam hormat kepada seluruh masyarakat Dusun Telaga Kodok sekaligus menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan Festival Ketupat sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Festival Ketupat bukan sekadar agenda budaya dan wisata, melainkan simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, serta semangat hidup orang basudara yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur Maluku.

“Festival Ketupat merupakan bagian dari sukacita masyarakat pasca-perayaan Iduladha yang bukan sekadar agenda budaya dan wisata. Lebih dari itu, festival ini menjadi simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan oleh para leluhur di Maluku,” kata Sadali saat membacakan sambutan Gubernur.

Mengusung tema “Datang sebagai Tamu, Pulang sebagai Keluarga dalam Bingkai Hidup Orang Basudara: Satu Ketupat, Seribu Cerita”, festival ini dinilai mencerminkan karakter masyarakat Maluku yang terbuka, ramah, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan.

Menurut Gubernur, di balik tradisi ketupat yang diwariskan dari generasi ke generasi, terdapat nilai-nilai luhur seperti toleransi, gotong royong, solidaritas sosial, serta persatuan dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas kehidupan masyarakat Maluku.

Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026 juga memiliki makna istimewa karena menandai penyelenggaraan festival yang kelima sejak pertama kali digelar pada tahun 2022. Dalam kurun waktu tersebut, festival terus berkembang dan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat maupun pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Berawal dari inisiatif masyarakat untuk melestarikan tradisi pasca-Iduladha sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga, Festival Ketupat kini telah berkembang menjadi agenda budaya yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya lokal serta potensi pariwisata di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Telaga Kodok, pemerintah negeri, para raja, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, panitia pelaksana, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan festival tersebut.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, festival ini juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku berharap Festival Ketupat dapat terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara.

“Perbedaan yang kita miliki bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita dalam membangun Maluku yang maju, inklusif, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Sadali.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, merawat nilai-nilai budaya, serta menanamkan semangat hidup orang basudara kepada generasi muda agar warisan luhur para leluhur tetap hidup dan lestari sepanjang masa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mediacenter.malukuprov.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Festival Ketupat Telaga Kodok 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Semangat Orang Basudara di Maluku

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!