Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 MEI 2026 • 10:13 WIB

Wagub Malut Dorong Percepatan Rekrutmen Siswa dan Penyelesaian Pembangunan Sekolah Rakyat

Wagub Malut Dorong Percepatan Rekrutmen Siswa dan Penyelesaian Pembangunan Sekolah RakyatPercepat Rekrutmen Siswa dan Penyelesaian Pembangunan Sekolah Rakyat (Humas/Adpim)

MALUKU - Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rekrutmen Calon Siswa dan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Tahun 2026 bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia. Rapat yang berlangsung secara hybrid, menggabungkan pertemuan tatap muka dan virtual, digelar di Kediaman Wakil Gubernur Maluku Utara, Ternate, Jumat (29/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memastikan kesiapan pelaksanaan program Sekolah Rakyat, baik dari sisi pemenuhan jumlah peserta didik maupun penyelesaian pembangunan sarana pendidikan yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Syamsuddin A. Kadir, dan difokuskan pada upaya mengejar target kapasitas tampung sebanyak 1.080 siswa untuk setiap angkatan di Sekolah Rakyat. Hingga akhir Mei 2026, jumlah calon siswa yang telah terdaftar baru mencapai sekitar 300 anak.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan perlunya langkah percepatan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak anak usia sekolah di Maluku Utara yang memenuhi kriteria sebagai peserta program, namun belum terdata secara optimal.

“Perlu dilakukan upaya jemput bola agar anak-anak yang berhak mendapatkan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat dapat teridentifikasi dan memperoleh kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Satuan Tugas Rekrutmen Kementerian Sosial mengarahkan agar proses pendataan dan rekrutmen lebih memprioritaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta anak-anak yang berisiko putus sekolah, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah strategi percepatan untuk mendukung pemenuhan kuota siswa. Salah satunya melalui penguatan integrasi data lintas sektor antara perangkat daerah dan tim pelaksana di lapangan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara akan menyiapkan data aktual sekitar 34 ribu Anak Tidak Sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA. Data tersebut akan menjadi dasar dalam memperluas jangkauan rekrutmen calon peserta didik.

Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman akan menyediakan data anak-anak dari keluarga penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni yang masuk kategori kesejahteraan rendah. Data tersebut akan digunakan sebagai referensi tambahan bagi para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam melakukan pendataan dan validasi calon siswa.

Selain itu, rapat juga membahas solusi terkait zonasi wilayah untuk Sekolah Rakyat di Rioribati, Kabupaten Halmahera Barat. Saat ini sebagian calon siswa masih menempuh proses belajar sementara di Ternate dan Tidore. Untuk itu, proses rekrutmen akan lebih difokuskan kepada anak-anak yang berdomisili di sekitar Halmahera Barat agar akses pendidikan menjadi lebih efektif dan efisien.

Berdasarkan hasil evaluasi daftar calon siswa sementara, tim pelaksana dinilai telah bekerja secara optimal. Namun, berbagai faktor sosial dan kondisi masyarakat di lapangan masih memengaruhi tingkat minat dan partisipasi terhadap program Sekolah Rakyat.

Sebagai tindak lanjut, rapat koordinasi menyepakati tiga langkah prioritas yang harus segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Pertama, penyempurnaan data Anak Tidak Sekolah melalui proses sinkronisasi antara data lapangan dan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kedua, penguatan koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk memastikan data penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni dapat dimanfaatkan dalam proses verifikasi calon peserta didik.

Ketiga, percepatan pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 54 persen dan terus dipantau secara intensif agar dapat selesai sesuai target pada Juni 2026 sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Malutprov.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wagub Malut Dorong Percepatan Rekrutmen Siswa dan Penyelesaian Pembangunan Sekolah Rakyat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!