MALUKU – Sarbin Sehe secara resmi membuka Pelatihan Juri dan Route Setter yang diselenggarakan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Maluku Utara di Aula BPVP Ternate, Jumat (8/5).
Dalam sambutannya, Sarbin yang juga menjabat Ketua Umum KONI Maluku Utara menegaskan bahwa olahraga merupakan investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di masa depan.
Ia menekankan, meski daerah tengah menghadapi keterbatasan fiskal dan efisiensi anggaran, semangat membangun prestasi olahraga tidak boleh berhenti.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara tetap menunjukkan komitmen dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp11 miliar untuk KONI, termasuk untuk mendukung pengembangan cabang olahraga (cabor).
Sarbin menjelaskan, sebanyak 38 cabang olahraga di Maluku Utara mendapatkan alokasi anggaran yang dibagikan secara merata dan berkeadilan, dengan nominal berkisar Rp100 juta hingga Rp300 juta.
“Kami berharap anggaran yang ada, meskipun terbatas, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan atlet dan organisasi. Ini bentuk komitmen agar seluruh cabang olahraga tetap berjalan,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Tobelo pada 1 hingga 8 Juni mendatang, Sarbin meminta FPTI Maluku Utara berperan aktif dalam menyukseskan agenda tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan fasilitas olahraga tidak boleh menjadi alasan rendahnya prestasi atlet.
“Fasilitas yang kurang bukan penghalang untuk berprestasi. Mentalitas dan kualitas orangnya jauh lebih penting. Jika SDM-nya bagus, kekurangan fasilitas bisa terabaikan demi prestasi masa depan,” tegasnya.
Selain itu, Sarbin turut menyoroti pentingnya perlindungan atlet melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ia menginstruksikan seluruh pengurus cabang olahraga agar memastikan setiap atlet mendapatkan jaminan perlindungan kerja.
“Saya sudah wanti-wanti, tidak ada laporan yang saya terima jika tidak menyertakan perlindungan atlet. Ini bukan soal angka, tetapi perlindungan negara terhadap mereka,” katanya.
Di akhir arahannya, Sarbin mengingatkan bahwa sumber daya alam memiliki batas waktu, sementara investasi pada manusia melalui olahraga, budaya, dan pariwisata akan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.
“SDA akan berakhir sesuai masanya. Masa depan kita sesungguhnya ada pada SDM. Membangun olahraga adalah bagian dari upaya menyiapkan manusia-manusia unggul Maluku Utara,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum FPTI Maluku Utara, Mohammad Fitra U. Ali, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap pengembangan olahraga panjat tebing.
Ia menjelaskan, pelatihan juri dan route setter tersebut menghadirkan instruktur langsung dari FPTI Pusat guna meningkatkan kompetensi dan lisensi SDM olahraga di Maluku Utara.
“Tujuannya agar SDM FPTI Maluku Utara memiliki lisensi dan kompetensi yang diakui, sehingga ke depan tidak perlu lagi mengambil juri dari luar daerah,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Malutprov.go.id