Rabu, 20 MEI 2026 • 08:48 WIB

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, secara resmi memberangkatkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, Sela

Author

BI dan TNI AL Jaga Kedaulatan Rupiah (Adpim/Malut)

MALUKU - Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, secara resmi memberangkatkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, Selasa (19/5/2026). Program yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara bersama TNI Angkatan Laut ini bertujuan menghadirkan layanan distribusi uang Rupiah layak edar ke wilayah kepulauan terluar di Maluku Utara.

Ekspedisi tersebut menggunakan KRI Belati 622 dan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 19 hingga 25 Mei 2026. Tim ERB akan menyambangi lima pulau terluar, yakni Pulau Morotai, Batang Dua, Taliabu, Sanana, dan Obi, guna memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang berkualitas dan layak digunakan.

Kegiatan pelepasan turut dihadiri jajaran Forkopimda Maluku Utara, perwakilan Bank Indonesia pusat, Wakil Wali Kota Ternate, pimpinan instansi vertikal, Komandan KRI Belati 622, Kepala KSOP Ternate, hingga pimpinan perbankan di wilayah Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menegaskan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar layanan penukaran uang keliling, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di kawasan kepulauan dan wilayah terluar Indonesia. Menurutnya, tantangan geografis Maluku Utara membuat pelayanan keuangan membutuhkan perhatian khusus agar masyarakat di pulau-pulau terpencil tetap terlayani secara optimal.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap Rupiah kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Rupiah disebut bukan hanya alat transaksi ekonomi, tetapi juga simbol identitas dan kedaulatan bangsa yang harus dijaga bersama.

Selain pelayanan kas keliling, kegiatan ini juga menghadirkan agenda edukatif melalui program open ship di KRI Belati 622 bagi para pelajar. Program tersebut diharapkan dapat memberi pengalaman langsung kepada generasi muda mengenai tugas negara dalam menjaga wilayah laut Indonesia sekaligus mendukung distribusi uang ke daerah terpencil.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Hendi Susila, menjelaskan bahwa distribusi dan pengelolaan Rupiah merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan BI di seluruh wilayah NKRI. Menurutnya, tantangan terbesar di Maluku Utara adalah kondisi geografis kepulauan serta masih adanya wilayah blank spot yang belum terjangkau layanan perbankan.

Karena itu, sinergi antara BI dan TNI AL dinilai sangat penting. Jika TNI AL menjaga kedaulatan wilayah negara melalui pertahanan laut, maka BI menjaga kedaulatan ekonomi melalui distribusi Rupiah hingga ke pelosok negeri.

Dalam ekspedisi kali ini, BI menyiapkan modal penukaran uang sebesar Rp5 miliar yang terdiri dari pecahan besar dan kecil. Selain layanan penukaran uang, tim ERB juga akan menggelar edukasi mengenai ciri keaslian uang Rupiah, cara merawat uang, serta kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat di lima pulau tujuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Malutprov.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU