Senin, 08 JUNI 2026 • 10:00 WIB

Peneliti Belanda Telusuri Sejarah Kedatangan Portugis dari Perspektif Kesultanan Ternate, Hasil Riset Akan Diterbitkan dalam Komik Internasional

Author

Sejarah Ternate diangkat melalui komik internasional. (Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Prov Malut)

MALUKU – Ketertarikan dunia internasional terhadap sejarah Maluku Utara kembali terlihat melalui kunjungan ilmiah seorang akademisi asal Belanda ke Kedaton Kesultanan Ternate. Seorang peneliti dari Inholland University of Applied Sciences, Nederland, Mr. Arnold Packee, melakukan penelitian langsung di Ternate untuk menggali sejarah kedatangan bangsa Portugis berdasarkan perspektif Kesultanan Ternate.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya akademik untuk menghadirkan narasi sejarah yang lebih berimbang mengenai hubungan antara bangsa Eropa dan kerajaan-kerajaan di Nusantara, khususnya Kesultanan Ternate yang memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan rempah dunia.

Selama berabad-abad, banyak catatan mengenai kedatangan Portugis di Maluku ditulis berdasarkan sumber-sumber Eropa. Berbagai dokumen kolonial yang tersimpan di perpustakaan dan arsip Belanda maupun Portugal menjadi rujukan utama para sejarawan dalam memahami peristiwa yang terjadi pada abad ke-16. Namun, menurut Arnold Packee, perspektif tersebut perlu diperkaya dengan sumber lokal agar menghasilkan pemahaman sejarah yang lebih utuh.

Karena alasan itulah ia memilih datang langsung ke Ternate, pusat kejayaan Kesultanan Ternate yang pernah menjadi salah satu kekuatan politik dan ekonomi terbesar di kawasan timur Nusantara. Melalui penelitian lapangan ini, ia ingin membandingkan catatan sejarah Eropa dengan cerita, tradisi lisan, serta sumber-sumber sejarah yang masih tersimpan di lingkungan Kesultanan Ternate.

Dalam proses pengumpulan data, Arnold Packee didampingi oleh Gunawan Y. Radjim, SE, yang memiliki peran strategis sebagai Jo Hukum Soa Sio Kesultanan Ternate sekaligus Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara.

Pendampingan tersebut dinilai penting karena Gunawan memiliki pemahaman mendalam mengenai sejarah, adat istiadat, serta struktur kelembagaan Kesultanan Ternate. Melalui berbagai diskusi dan penelusuran lapangan, peneliti asal Belanda itu memperoleh akses terhadap berbagai informasi yang selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat internasional.

Menurut Gunawan, kunjungan akademisi asing seperti Arnold Packee menunjukkan bahwa sejarah Maluku Utara memiliki nilai penting dalam percaturan sejarah dunia. Ternate bukan hanya dikenal sebagai penghasil rempah-rempah yang menjadi incaran bangsa Eropa, tetapi juga merupakan pusat peradaban maritim yang memainkan peranan besar dalam jalur perdagangan internasional pada masa lampau.

“Kedatangan peneliti dari Belanda ini membuktikan bahwa sejarah Kesultanan Ternate masih menjadi perhatian dunia. Banyak peristiwa penting dalam sejarah global yang berhubungan langsung dengan Maluku Utara, terutama ketika rempah-rempah menjadi komoditas paling berharga di dunia,” ujarnya.

Salah satu fokus utama penelitian adalah menelusuri bagaimana hubungan awal antara Kesultanan Ternate dan bangsa Portugis ketika armada Eropa pertama kali tiba di wilayah Maluku pada awal abad ke-16.

Dalam berbagai catatan kolonial, kedatangan Portugis sering digambarkan sebagai bagian dari ekspedisi perdagangan dan penyebaran pengaruh Eropa di kawasan Asia Tenggara. Namun di sisi lain, masyarakat Ternate memiliki versi sejarah tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan, hikayat, dan sumber-sumber lokal.

Perspektif lokal inilah yang ingin dipelajari lebih dalam oleh Arnold Packee. Ia menilai bahwa sejarah tidak boleh hanya dilihat dari satu sudut pandang. Dengan memadukan sumber Eropa dan sumber lokal, gambaran mengenai masa lalu akan menjadi lebih lengkap dan objektif.

Penelitian ini juga menjadi bagian dari tren baru dalam dunia historiografi internasional yang semakin menekankan pentingnya menghadirkan suara masyarakat lokal dalam penulisan sejarah. Selama bertahun-tahun, banyak peristiwa sejarah di Asia, Afrika, dan Amerika Latin ditulis berdasarkan perspektif kolonial. Kini para peneliti mulai berupaya menyeimbangkan narasi tersebut dengan menghadirkan pandangan masyarakat yang mengalami langsung peristiwa sejarah tersebut.

Selain melakukan wawancara dan diskusi dengan pihak Kesultanan Ternate, Arnold Packee juga mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang memiliki kaitan dengan masa kedatangan Portugis. Berbagai situs sejarah tersebut menjadi sumber penting untuk memahami bagaimana interaksi antara bangsa Eropa dan masyarakat lokal berlangsung pada masa itu.

Menariknya, hasil penelitian ini tidak hanya akan dipublikasikan dalam bentuk laporan akademik atau jurnal ilmiah. Arnold Packee berencana mengemas hasil risetnya dalam bentuk komik sejarah yang akan diterbitkan secara internasional.

Pemilihan media komik dianggap sebagai cara yang efektif untuk memperkenalkan sejarah Maluku Utara kepada generasi muda di berbagai negara. Melalui ilustrasi dan narasi yang menarik, kisah sejarah yang selama ini hanya dikenal di kalangan akademisi dapat diakses oleh masyarakat luas dengan lebih mudah.

Komik tersebut nantinya akan mengangkat berbagai peristiwa penting yang berkaitan dengan hubungan antara Kesultanan Ternate dan bangsa Portugis. Selain menghadirkan fakta-fakta sejarah, karya tersebut juga diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya dan warisan sejarah Maluku Utara kepada pembaca internasional.

Bagi masyarakat Ternate, rencana penerbitan komik internasional ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan sejarah daerah ke panggung dunia. Selama ini, Maluku Utara dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan rempah-rempah yang menjadi tujuan ekspedisi bangsa-bangsa Eropa. Namun masih banyak masyarakat internasional yang belum memahami peran penting Kesultanan Ternate dalam sejarah global.

Melalui penelitian dan publikasi internasional seperti ini, diharapkan semakin banyak orang yang mengenal sejarah Ternate tidak hanya sebagai daerah penghasil rempah, tetapi juga sebagai pusat kekuasaan maritim yang memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik dan ekonomi kawasan pada masa lampau.

Kunjungan Arnold Packee juga menjadi momentum penting bagi pelestarian sejarah lokal. Kehadiran peneliti asing yang tertarik mempelajari warisan sejarah Kesultanan Ternate menunjukkan bahwa nilai sejarah daerah memiliki arti yang jauh melampaui batas wilayah Maluku Utara.

Oleh karena itu, berbagai pihak berharap penelitian ini dapat mendorong upaya pelestarian situs-situs bersejarah, penguatan dokumentasi sejarah lokal, serta peningkatan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya yang dimiliki.

Dengan dukungan berbagai pihak, hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi dunia akademik, tetapi juga memperkuat posisi Ternate sebagai salah satu pusat sejarah dunia yang pernah memainkan peranan penting dalam perjalanan perdagangan rempah-rempah internasional.

Melalui kolaborasi antara akademisi internasional dan Kesultanan Ternate, sejarah yang selama ini tersimpan dalam berbagai sumber lokal berpeluang dikenal lebih luas dan menjadi bagian dari pengetahuan global yang dapat dinikmati oleh generasi masa kini maupun masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dispar.malutprov.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU