Senin, 08 JUNI 2026 • 12:00 WIB

Rayakan Warisan Budaya, Festival Teluk Jailolo 2026 Siap Hadirkan Pesona Dodinga ke Panggung Pariwisata Nasional

Author

FTJ 2026 hadirkan budaya dan wisata berkelas. (Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Prov Malut)

MALUKU - Pesona pariwisata dan budaya Maluku Utara kembali menjadi perhatian melalui penyelenggaraan Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 yang siap digelar di Kabupaten Halmahera Barat. Festival tahunan yang telah menjadi ikon pariwisata daerah tersebut kembali hadir dengan konsep yang lebih kuat, lebih meriah, dan lebih berorientasi pada pengembangan pariwisata berkelas yang berbasis budaya lokal.

Tahun ini, Festival Teluk Jailolo mengusung tema “Cultural Heritage: Collaboration For Upscale Tourism”, sebuah tema yang menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Festival yang telah masuk dalam kalender pariwisata nasional tersebut akan berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Juni 2026. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, FTJ 2026 akan dipusatkan di kawasan Dodinga, wilayah yang dikenal memiliki nilai sejarah, budaya, dan alam yang sangat kuat di Halmahera Barat.

Pemilihan Dodinga sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu wilayah yang menyimpan jejak sejarah panjang perjalanan masyarakat Maluku Utara. Selain memiliki panorama alam yang memukau, Dodinga juga menjadi simbol penting dalam perjalanan budaya masyarakat setempat yang hingga kini masih terjaga dengan baik.

Melalui Festival Teluk Jailolo, pemerintah daerah berupaya memperkenalkan kembali kekayaan budaya tersebut kepada masyarakat luas sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap, panitia telah menyiapkan tiga lokasi utama yang akan menjadi pusat berbagai aktivitas festival, yakni Lapangan Desa Dodinga, Pantai Disa-Susupu, dan Desa Adat Taraudu.

Ketiga lokasi tersebut dipilih karena memiliki karakteristik yang berbeda namun saling melengkapi. Lapangan Desa Dodinga akan menjadi pusat berbagai kegiatan utama festival, Pantai Disa-Susupu menawarkan keindahan pesisir yang eksotis, sedangkan Desa Adat Taraudu menghadirkan pengalaman budaya yang autentik melalui kehidupan masyarakat adat yang masih mempertahankan tradisi leluhur.

Festival Teluk Jailolo selama ini dikenal bukan hanya sebagai ajang hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana promosi budaya, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Melalui penyelenggaraan FTJ 2026, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan diharapkan mampu menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kuliner, kerajinan tangan, transportasi, hingga sektor jasa lainnya.

Salah satu agenda unggulan yang paling dinantikan dalam FTJ 2026 adalah Ekspedisi Wallace. Kegiatan ini mengajak peserta untuk menelusuri jejak sejarah dan kekayaan alam Maluku Utara yang pernah diteliti oleh Alfred Russel Wallace, ilmuwan terkenal yang memberikan kontribusi besar dalam teori evolusi.

Ekspedisi ini tidak hanya menawarkan petualangan alam, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi mengenai pentingnya konservasi lingkungan dan sejarah ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana Maluku Utara memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Selain itu, FTJ 2026 juga akan menghadirkan pertunjukan spektakuler bertajuk Sasadu on the Sea. Pertunjukan ini menjadi salah satu ikon festival yang memadukan seni pertunjukan modern dengan kekayaan budaya lokal Halmahera Barat.

Konsep panggung yang berada di kawasan perairan akan menciptakan pengalaman visual yang unik bagi para pengunjung. Berbagai unsur budaya lokal akan ditampilkan melalui tarian tradisional, musik daerah, teater budaya, serta atraksi seni lainnya yang menggambarkan identitas masyarakat Halmahera Barat.

Tidak kalah menarik, festival ini juga akan menghadirkan Food Bazar yang menjadi surga bagi para pecinta kuliner. Beragam makanan khas Maluku Utara akan disajikan selama festival berlangsung.

Pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan tradisional yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Kehadiran bazar kuliner ini sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

Selain kegiatan budaya dan kuliner, FTJ 2026 juga akan dimeriahkan dengan berbagai pementasan seni budaya dan hiburan rakyat. Berbagai kelompok seni dari Halmahera Barat dan daerah lainnya akan menampilkan beragam pertunjukan yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara.

Tarian adat, musik tradisional, pertunjukan teater rakyat, hingga konser hiburan akan menjadi bagian dari rangkaian acara yang dirancang untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, festival ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi budaya tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan identitas daerah.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan wisatawan yang hadir, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik yang akan dibagikan selama festival berlangsung. Kehadiran hadiah-hadiah tersebut diharapkan semakin menambah semarak suasana festival dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung.

Festival Teluk Jailolo selama bertahun-tahun telah menjadi salah satu wajah pariwisata Maluku Utara di tingkat nasional. Keberhasilan festival ini tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung yang datang, tetapi juga dari kemampuannya dalam memperkenalkan budaya lokal kepada dunia luar.

Melalui tema “Cultural Heritage: Collaboration For Upscale Tourism”, FTJ 2026 ingin menunjukkan bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga aset penting yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi dan pariwisata masa depan.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, pelaku pariwisata, komunitas budaya, serta masyarakat setempat terus memperkuat kolaborasi agar festival ini mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah.

Dengan kekayaan budaya, keindahan alam, serta semangat kebersamaan yang dimiliki masyarakat Halmahera Barat, Festival Teluk Jailolo 2026 diyakini akan menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar dan paling menarik di kawasan timur Indonesia.

Masyarakat Maluku Utara pun mengajak seluruh wisatawan untuk datang dan merasakan langsung kemeriahan festival yang memadukan budaya, sejarah, alam, dan keramahan masyarakat dalam satu perayaan yang penuh warna. Hingga saatnya nanti, Dodinga siap menyambut dunia melalui Festival Teluk Jailolo 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dispar.malutprov.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU