Minggu, 05 JULI 2026 • 13:10 WIB

Rakernas APEKSI XVIII Resmi Dibuka, Wamenko Pangan Tekankan Pentingnya Kota Tangguh Hadapi Tantangan Masa Depan

Author

rakernas apeksi kota tangguh hadapi tantangan pembangunan

MALUKU – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa penguatan kota tangguh menjadi salah satu fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan. Mulai dari perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, hingga ketidakpastian ekonomi global, seluruhnya menuntut pemerintah daerah membangun sistem perkotaan yang adaptif dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Hanif saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Ballroom Hotel Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Menurut Hanif, kota yang tangguh bukan hanya mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga harus terus berkembang, memberikan pelayanan publik yang optimal, serta menjaga keberlanjutan pembangunan.

"Kota yang tangguh bukan hanya mampu menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk terus berkembang, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga keberlanjutan pembangunan," ujar Hanif.

Ia menjelaskan, pemerintah kota merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan stabilitas daerah tetap terjaga. Karena itu, konsep kota tangguh harus diwujudkan melalui pembangunan yang terintegrasi, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga penerapan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.

"Pemerintah kota tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menjamin ketersediaan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan terhadap bencana, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat," katanya.

Hanif juga mengapresiasi APEKSI yang selama ini menjadi wadah bagi pemerintah kota untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan menghadirkan berbagai inovasi pembangunan. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi modal penting dalam menciptakan solusi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing kota.

Ia berharap Rakernas XVIII APEKSI mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang memperkuat kapasitas pemerintah daerah sekaligus mempercepat terwujudnya kota-kota di Indonesia yang aman, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Wali Kota Ambon: Kota Tangguh Dibangun Lewat Kolaborasi
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa membangun kota tangguh tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah semata. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan mampu menjawab berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika sosial dan ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan Bodewin saat menjadi narasumber dalam Dialog Kota Tangguh yang merupakan bagian dari rangkaian Rakernas XVIII APEKSI.

"Kota tangguh harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kota yang kuat dan mandiri, kita turut berkontribusi mewujudkan bangsa yang berdaulat," ujarnya.

Menurut Bodewin, ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas tata kelola pemerintahan, kesiapan menghadapi bencana, penguatan ekonomi masyarakat, serta tingginya partisipasi warga dalam pembangunan.

Ia juga menyoroti posisi Kota Ambon sebagai daerah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan potensi bencana. Karena itu, Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat berbagai program mitigasi bencana, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menata kawasan perkotaan secara berkelanjutan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Bodewin menilai keberhasilan membangun kota tangguh sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat harus bergerak bersama agar pembangunan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

"Semangat kolaborasi harus terus diperkuat. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, maka kota akan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," tuturnya.

Dialog Kota Tangguh menjadi salah satu agenda utama Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang menghadirkan para kepala daerah dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi dalam membangun kota yang adaptif, aman, berdaya saing, serta berkelanjutan.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Ambon dalam forum nasional tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ketahanan kota, serta mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat melalui semangat kolaborasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ambon.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU