Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 09:55 WIB

Asal Mula Umbi-Umbian, Hewan, dan Hantu dari Tanah Seram: Kisah Tragis Hainuwele

Asal Mula Umbi-Umbian, Hewan, dan Hantu dari Tanah Seram: Kisah Tragis HainuweleAsal Mula Umbi-Umbian, Hewan, dan Hantu

MALUKU - Indonesia dikenal sebagai negeri dengan kekayaan budaya dan tradisi lisan yang luar biasa. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki kisah yang diwariskan secara turun-temurun, sarat dengan pesan moral, filosofi hidup, serta pandangan kosmologis tentang alam semesta.

Salah satu legenda paling sakral dari Maluku adalah kisah tentang Hainuwele, sebuah cerita asal-usul yang hidup di Pulau Seram dan menjelaskan bagaimana umbi-umbian, hewan buas, hingga makhluk halus pertama kali hadir di dunia manusia.

Legenda ini bukan sekadar dongeng pengantar tidur. Bagi masyarakat Seram, kisah Hainuwele adalah bagian dari identitas budaya dan sistem kepercayaan lama yang menjelaskan hubungan antara manusia, alam, dan dunia roh.

Kisah bermula dari peristiwa tragis yang menimpa Hainuwele, seorang gadis yang memiliki keistimewaan. Setelah kematiannya yang menyedihkan, sang ayah, Ameta, berhasil mengangkat jenazah putrinya dari dalam sebuah lubang tempat ia dikuburkan secara tidak layak. Hati Ameta hancur. Kesedihan bercampur kemarahan memenuhi dadanya.

Dalam duka yang mendalam, Ameta melakukan tindakan yang kelak mengubah sejarah Pulau Seram. Ia memotong-motong tubuh anaknya dan menanam bagian-bagian tersebut di sekeliling tempat pesta berlangsung. Tindakan ini bukan semata luapan emosi, tetapi juga bagian dari keyakinan spiritual bahwa tubuh Hainuwele mengandung kekuatan luar biasa.

Namun, ada dua bagian tubuh yang tidak ia tanam: kedua lengan Hainuwele. Lengan itu diserahkan kepada seorang perempuan sakti yang sangat disegani dan ditakuti, bernama Muluna Satene.

Muluna Satene dikenal sebagai figur spiritual dengan kekuatan besar. Ia diyakini mampu mengutuk manusia menjadi pohon, binatang buas, atau bahkan makhluk halus. Karena kekuatannya itu, ia dihormati sekaligus ditakuti oleh masyarakat.

Ketika Ameta mengadukan peristiwa pembunuhan anaknya, Muluna Satene murka. Ia merasa masyarakat telah melanggar batas kemanusiaan. Dengan nada tegas ia berkata, “Beta seng tinggal di sini lai sebab dong su jadi pambunu,” yang berarti ia tidak akan lagi tinggal di tempat itu karena mereka telah menjadi pembunuh.

Keputusan itu menjadi titik balik bagi seluruh komunitas. Kepergian Muluna Satene bukan hanya kehilangan seorang tokoh sakti, tetapi juga hilangnya perlindungan spiritual bagi masyarakat.

Sebelum benar-benar meninggalkan wilayah tersebut, Muluna Satene memberikan satu ujian terakhir. Ia mengumpulkan seluruh masyarakat dan berdiri di tengah sebuah pintu, sambil memegang dua lengan Hainuwele di tangan kiri dan kanannya.

Peristiwa tersebut menjadi momen penentuan nasib. Siapa pun yang berhasil melewati tanpa terkena pukulan tetap menjadi manusia. Namun mereka yang terkena pukulan lengan Hainuwele seketika berubah wujud menjadi binatang buas, pohon besar, atau hantu.

Dari sinilah, menurut legenda, asal mula keberadaan hewan-hewan liar dan makhluk halus di Pulau Seram. Transformasi itu bukan hukuman tanpa makna, melainkan konsekuensi spiritual atas tindakan kolektif masyarakat.

Makhluk-makhluk halus yang tercipta kemudian mengikuti Muluna Satene menuju sebuah tempat bernama Salahna, yang terletak di deretan gunung-gunung mati di sebelah barat daya Pulau Seram. Tempat itu dipercaya sebagai wilayah roh.

Konon, untuk dapat menemui Muluna Satene, seseorang harus terlebih dahulu meninggal dunia dan menjelma menjadi hantu. Setelah itu, ia harus melewati delapan gunung yang dijaga oleh roh-roh halus bernama Nitu. Perjalanan ini melambangkan proses penyucian dan transisi menuju dunia arwah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Mitos-Mitos Berlatar Belakang Sejarah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Asal Mula Umbi-Umbian, Hewan, dan Hantu dari Tanah Seram: Kisah Tragis Hainuwele

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!