MALUKU — Bahasa Melayu Ambon memiliki kekhasan tersendiri dalam pengucapan maupun penulisan kosakata yang masih digunakan masyarakat hingga saat ini.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kosakata diartikan sebagai perbendaharaan kata yang berfungsi membentuk kalimat yang baik dan benar, baik dalam penulisan maupun pengucapan.
Namun, dalam praktik sehari-hari, penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Ambon kerap memiliki perbedaan, terutama pada pelafalan dan penulisan kata.
Dikutip dari Kamus Bahasa Melayu Ambon-Indonesia tahun 1998, Bahasa Melayu Ambon tidak memiliki sistem ejaan baku. Penulisannya umumnya mengikuti Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), meski terdapat sejumlah penyesuaian.
Salah satunya penggunaan huruf “h” yang hanya ditulis jika terdengar jelas dalam pengucapan. Karena itu, banyak kata mengalami pelesapan huruf, seperti “suda” yang berasal dari kata “sudah”.
Selain itu, huruf “k” pada akhir kata juga sering dihilangkan, seperti kata “masu” yang berasal dari “masuk”. Tekanan pengucapan biasanya berada pada suku kata kedua dari belakang.
Berikut sejumlah kosakata Bahasa Melayu Ambon huruf A beserta arti dan contoh penggunaannya:
1. Abis Memiliki arti “selesai” atau “habis”. Contoh: Beta abis makang baru mama datang (Saya selesai makan baru ibu datang).
2. Abstang Berarti jarak. Contoh: Abstang lima meter dari dia pung ruma (Berjarak lima meter dari rumahnya).
3. Absen Berarti tidak hadir. Contoh: Dia su lima hari absen dari skola (Dia sudah lima hari tidak hadir di sekolah).
4. Abu Memiliki arti debu atau penuh debu. Contoh: Kalau anging tiop, abu masu dari ambang (Kalau angin bertiup, debu masuk dari jendela).
5. Acar Jenis makanan berupa campuran mentimun, pepaya, kacang panjang, kenari, dan bumbu rempah yang diolah secara tradisional.
6. Acu Memiliki beberapa arti, yakni peduli, alat penikam ikan, hingga menusuk atau menikam. Contoh: Beta seng acu (Saya tidak peduli).
7. Ada Dapat berarti hadir, kaya, atau berada dalam suatu keadaan. Contoh: Dorang orang ada (Mereka orang kaya).
8. Ada-ada Berarti kaya atau memiliki banyak harta.
9. Adat Berarti aturan atau kebiasaan dalam kehidupan masyarakat. Contoh: Adat di negri, orang bangong ruma samua bantu (Kebiasaan di kampung, jika ada warga membangun rumah maka semua ikut membantu).
10. Adi Berarti adik. Contoh: Beta pung adi bolong makang (Adik saya belum makan).
11. Ado Kata seru yang menyatakan rasa kesal. Contoh: Ado, mangapa ose bagitu? (Mengapa kamu begitu?).
12. Adres Berarti alamat. Contoh: Surat seng dapa karna sala adres (Surat tidak diterima karena salah alamat).
Bahasa Melayu Ambon hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Maluku dan terus diwariskan dalam komunikasi sehari-hari. Selain menjadi identitas budaya, bahasa tersebut juga memperlihatkan kekayaan linguistik daerah yang unik dan khas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kamus Bahasa Melayu Ambon Indonesia