MALUKU-Seorang korban pembacokan, Arif Kelian terpaksa digotong melewati sungai yang sedang banjir di Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.
Peristiwa memilukan itu diabadikan dalam video berdurasi 1 menit 25 detik yang viral di media sosial. Arif terlihat digotong oleh 7 pria salah satunya berseragam polisi.
Kala menyeberang sungai dalam kondisi banjir yang deras. Ketinggian air saat itu mencapai pinggang.
Baca juga: Talk Show ‘Maluku Bicara’, Karo Ops Polda Maluku Tegaskan Maluku Kondusif
Tampak pria lain dari video berteriak pria lain untuk membantu saat Arif digotong ke arah banjir.
"Cepat lari, cepat lari bantu," teriak pria di bibir sungai.
Selanjutnya terdengar suara wanita yang diduga perawat menyuruh untuk menahan Arif.
"Dong tahan Arif baik-baik," kata perempuan menimpali.
Mereka tergopoh-gopoh di tengah sungai, meski begitu ketujuh orang itu tetap sigap melewati derasnya banjir hingga akhirnya Arif sampai sempadan sungai sebelahnya.
Baca juga: Satker Polda Maluku Diminta Tingkatkan Pelayanan Publik, Mengapa ?
Informasi diterima Maluku Zone, Arief yang merupakan warga Dusun Namasula, Desa Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah mengalami luka bacok dibagian jari.
Insiden itu terjadi di Desa Funa, Kecamatan Werinama, Kamis, 7 Agustus 2025. Arief pun dievakuasi ke Kabupaten Maluku Tengah guna mendapat perawatan medis.
Selain keluarga yang mendampingi Arief turut juga Bhabinkamtibas Desa Funa dan dua perawat dari puskesmas di Kecamatan Werinama.
Rombongan tiba di RSUD Masohi, Jumat, 8 Agustus 2025 pukul 02.00 WIT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: