MALUKU-Bupati Maluku Zulkarnain Amir Awat mengajak Menteri Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mukti menyapa siswa di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
Bupati Ozan sapaan karib Zulkarnain juga turut mengajak Ketua Komisi X DPR-RI, Hetifah Sjaifudin.
Bupati Ozan mengatakan kini Mendikdasmen dan Ketua Komisi X DPR-RI sudah bisa menyapa 1.5000 murid dari 30 sekolah dasar (SD) di daerah 3T yang tersebar di pulau kecil dan pegunungan via daring.
“Jadi sekarang 1.5000 siswa dari 30 sekolah di pulau-pulau kecil dan pegunungan sudah bisa disapa melalui daring,” ujar Bupati Ozana di Masohi, Rabu, 5 November 2025.
Baca juga: Inovasi Bupati Ozan Hubungkan 1.500 Siswa Daerah 3T Belajar Secara Daring
Bupati Ozana mengatakan perangkat starlink yang terpasang di 30 sekolah itu manfaatnya tak hanya bagi kepala sekolah, guru dan siswa tetapi juga masyarakat setempat.
Manfaat utama lain siswa dari 30 sekolah itu akan mendapatkan pembelajaran bermutu.
”Sekolah-sekolah di wilayah pegunungan dan kepulauan yang saat ini 30 sekolah telah terhubung. Jadi anak-anak kami di 3T akan merasakan pembelajaran bermutu sebagai dampak dari akses digital ini,” ujarnya.
Meski begitu, lanjut Bupati Ozan masih ada pekerjaan rumah yang berat lagi guna dampak pendidikan bermutu juga dirasakan oleh sekolah lain di daerah 3T agar mendapat akses internet yang baik.
Pasalnya wilayah Maluku Tengah terdiri dari 95,8% lautan dan hanya 4,2% daratan, tersebar di pulau-pulau kecil dan pegunungan.
”Saya berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang adil untuk semua anak-anak di Maluku Tengah. Meski letak geografis ada yang sulit dijangkau tetapi solusinya itu tadi menggunakan perangkat internet satelit,” jelasya.
Baca juga: DPO Pembakar Rumah di Hunuth Ambon Ditangkap dari Tempat Sembunyi
Setelah 30 titik Starlink terpasang, lanjut Bupati Ozana akan membangun studio Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masohi. Studio ini akan memungkinkan guru-guru di Masohi mengajar siswa di sekolah-sekolah 3T, dengan bantuan guru pendamping di lokasi.
Dengan begitu, anak-anak di daerah terpencil tetap bisa menikmati pembelajaran yang berkualitas.
”Insya Allah, melalui studio PJJ ini, visi Bapak Menteri untuk mewujudkan ’Pendidikan Bermutu untuk Semua’ akan benar-benar terasa di Maluku Tengah. Kami siap menjadi daerah pertama yang mengimplementasikan model pembelajaran jarak jauh ini secara nyata,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: