Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 19:25 WIB

Bupati Ozan Bareng Istri Hadiri Pagelaran Budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri di Pelauw

Author

Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Amir Awat bareng istri, Betty Epsilon Idroos menghadiri Pagelaran Budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri. (dok istimewa)

MALUKU-Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Amir Awat bersama istri, Betty Epsilon Idroos menghadiri Pagelaran Budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri di Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kamis, 6 November 2025.

Kehadiran Bupati Ozan sapaan karib Zulkarnain bersama istrinya disambut hangat oleh masyarakat setempat.

Acara dengan mengusung tema “Ragam Gerak Satu Jiwa Maningkamu” ini menampilkan beragam tarian tradisional dan ritual adat yang menggambarkan kekayaan nilai dan filosofi budaya masyarakat Negeri Pelauw.

Baca juga: Putus Isolasi 80 Tahun, Kini Sekolah Daerah 3T di Maluku Tengah Terhubung Via Daring

Bupati Ozan menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap kegiatan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.

“Hari ini beta bersama istri berkesempatan hadir di acara pagelaran budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri. Beta sangat mengapresiasi dan mendukung kekayaan budaya lokal. Tentu local wisdom adalah identitas katong, yang menjadi kebanggaan katong masyarakat Maluku Tengah,” ujar Bupati Ozan.

Beliau juga menegaskan bahwa pelestarian budaya daerah merupakan bagian penting dari pembangunan karakter dan jati diri masyarakat Maluku Tengah.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tapi juga menanamkan nilai persaudaraan, gotong royong, dan rasa cinta terhadap daerah sendiri,” tambahnya.

Baca juga: Inovasi Bupati Ozan Hubungkan 1.500 Siswa Daerah 3T Belajar Secara Daring

Sementara itu, istri Bupati Ozan, Betty Epsilon Idroos turut mengapresiasi semangat masyarakat Pelauw dalam menampilkan karya seni dan budaya yang sarat makna.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang ekspresi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya sendiri.

“Pagelaran Ma’atenu Pakapita Matasiri menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya dan mempererat hubungan sosial masyarakat Negeri Pelauw serta seluruh warga Maluku Tengah di tengah arus modernisasi,” ujarnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU