Penyerahan perangkat starlink bagi sekolah di pegunungan Maluku Tengah. (dok istimewa)
MALUKU-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnain Awat Amir berhasil mencatatkan terobosan besar dalam sejarah pendidikan daerah.
Setelah 80 tahun terisolasi akibat kondisi geografis, puluhan sekolah di wilayah kepulauan dan pegunungan akhirnya terhubung ke jaringan Starlink, internet berbasis satelit berkecepatan tinggi yang membuka akses ke dunia global.
Langkah bersejarah ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti serta Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, dalam acara Menyapa Anak Negeri di Atas Awan yang disiarkan secara virtual pada Senin (3/11).
Baca juga: Bupati Maluku Tengah Ajak Mendikdasmen-Ketua Komisi X DPR RI Sapa Siswa Daerah 3T via Daring
Abdul Mu’ti dan Hetifah menilai langkah ini sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam memeratakan akses pendidikan berkualitas.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak seharusnya menghalangi mimpi anak-anak Indonesia untuk menuntut ilmu, serta menjadi wujud nyata visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Menteri Mu’ti meminta anak-anak Maluku Tengah belajar lebih bersemangat karena telah memiliki jaringan Starlink. Ia meminta para pelajar tidak merasa rendah diri dan putus asa meski belajar di daerah terpencil.
Pelajar Maluku Tengah harus percaya diri dan optimis karena pendidikan akan membantu mencapai cita-cita, yang tidak hanya dapat mengubah nasib individu, tetapi juga mengubah nasib bangsa dan negara.
“Apalagi sekarang sudah ada fasilitas Starlink,” terangnya.
Baca juga: Program MBG Dorong Sinergi Pemerintah Pusat-Daerah dan Masyarakat di Maluku
Lebih lanjut, Menteri Pendidikan mengatakan bahwa kebijakan Kemendikdasmen berupaya menjangkau dan memberikan layanan pendidikan jarak jauh kepada semua anak.
Ia juga mengapresiasi upaya Pemkab Maluku Tengah dalam membuka akses pendidikan ke sekolah-sekolah terpencil.
Menteri menyebutkan menerima video yang menunjukkan komitmen Pemkab Maluku Tengah yang terus mengunjungi sekolah-sekolah terpencil, meski harus berjalan kaki melintasi sungai dan hutan.
Hetifah mengapresiasi kolaborasi Pemkab Maluku Tengah dengan Kemendikdasmen, Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) kemitraan pendidikan antara pemerintah Australia dan Indonesia, dan SEAMEO SEAMOLEC untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah 3T Maluku Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: