Minggu, 26 APRIL 2026 • 20:58 WIB

Pemkot–BPS Canangkan Desa Cantik di Tiga Negeri di Ambon

Author

Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisuta bersama BPS canangkan tiga negeri cantik di Ambon. (ambon.go.id)

MALUKU-Guna menigkatkan kesadaran masayarakat desa/negeri terhadap pentingnya data statistik, maka Pemerintah Kota (Pemkot) bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Ambon, melaksanakan pencangan Desa Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026 pada tiga Negeri sekaligus yakni; Kilang, Ema, dan Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan.

Dalam sambutan, Elly Toisutta selaku Wakil Wali Kota Ambon mengungkapkan dengan adanya program ini, maka pengumpulan data ditingkat desa seharusnya dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik oleh pemneg dan pemdes, sehingga selaras dengan prinsip satu data Indonesia.

Baca juga: Perkuat Pelayanan Publik, ASN Pemkot Ambon Diberi Penguatan Nilai Pancasila

“Untuk mewujudkannya diperlukan koordinasi dengan penyelenggara kegiatan statistic dan singkronisasi prosesnya di Tingkat desa, secara berkesinambungan dan komperhensif, melalui program yang telah kita canangkan hari ini,” jelasnya, saat mencangankan Program Desa Cantik, di kantor Kecamatan Leitimur Selatan, Rabu (22/4/26).

Toisutta mengungkapkan, langkah ini tidak dapat dikerjakan sendiri, Pemerintah Butuh BPS selaku Pembina sektoral guna memberikan pendampingan, pembinaan, pelatihan agar desa/negeri mampu mengelola data secara mandiri sesuai dengan kebutuhannya.

“Pendampingan yang dilaksankan dalam program ini dapat mendukung pembinaan terhadap desa/negeri, agar data yang dihasilkan akurat, dan terkini sesuai dengan kebutuhannya,” tandasnya.

Baca juga: Hadiri Wisuda IAKN Ambon, Kapolda Maluku: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Jadi Agen Perubahan dan Penjaga Kamtibmas

Lanjutnya, data yang dihasilkan akan akan menjadi dasar bagi Pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, mendorong pertumbuhan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, berharap melalui kegiatan ini desa/negeri dapat memahami proses pengumpulan data sehingga tidak akan mempengaruhi rencana pembangunannya yang dipantau melalui sejumlah indikator pendukung yang diinput oleh pembina sektoran (BPS).

“Kita sangat berharap melalui pengawalan dari BPS selaku pembina sektoral ada dampak dari pencanangan ini, dari pembinaan, serta pelatihan,” pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ambon.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU