Kamis, 30 APRIL 2026 • 08:49 WIB

Bupati Haltim Pimpin Upacara Hari OTDA ke-30, Tekankan 8 Poin Strategis Mendagri

Author

Bupati Haltim tekankan delapan poin strategis Mendagri (Humas)

MALUKU – Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, memimpin langsung upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Halmahera Timur, Senin (27/04/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam amanat itu ditegaskan bahwa otonomi daerah memiliki peran penting sebagai instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang optimal dan penguatan kemandirian daerah.

Bupati Ubaid Yakub menyampaikan bahwa otonomi daerah memberikan ruang luas bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi lokal. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.

“Sinkronisasi yang baik antara seluruh tingkatan pemerintahan menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan yang efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam amanat Mendagri yang dibacakannya, terdapat delapan poin strategis yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan.

Pertama, pentingnya sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara pemerintah pusat dan daerah guna menghindari tumpang tindih program serta duplikasi anggaran.

Kedua, reformasi birokrasi berbasis outcome melalui tata kelola pemerintahan yang lebih lincah, responsif, dan terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ketiga, penguatan kemandirian fiskal daerah dengan mendorong inovasi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.

Keempat, peningkatan kolaborasi antar daerah dalam menyelesaikan persoalan strategis seperti transportasi, pengelolaan sampah, hingga pengendalian banjir.

Kelima, pemerataan layanan dasar, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, air bersih, dan sanitasi, khususnya di wilayah terpencil.

Keenam, menjaga stabilitas dan ketahanan daerah, termasuk ketahanan pangan dan energi di tengah tantangan global dan perubahan iklim.

Ketujuh, mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, dukungan terhadap UMKM, serta peningkatan investasi padat karya.

Dan kedelapan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program kesehatan, penanganan stunting, serta penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik.

Selain itu, menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Bupati Ubaid Yakub juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur untuk menerapkan prinsip efisiensi dalam penggunaan anggaran.

“Setiap penggunaan anggaran harus benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Hindari pemborosan, dan pastikan setiap program berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik,” tegasnya.

Melalui momentum Hari OTDA ke-30 ini, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Halmahera Timur. Ia berharap semangat otonomi daerah dapat menjadi pendorong utama dalam mewujudkan daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Haltimkab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU