MALUKU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Maluku yang berlaku mulai 16 Mei 2026 pukul 09.00 WIT hingga 19 Mei 2026 pukul 09.00 WIT.
Berdasarkan rilis BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi adanya daerah konvergensi yang diprakirakan terbentuk di Laut Banda dan Papua Selatan.
Sementara pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 6 hingga 20 knot.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Gelombang Tinggi Terjang Perairan Maluku
BMKG juga mendeteksi peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knot di wilayah Laut Arafura yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan.
Gelombang dengan tinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan, meliputi Perairan Kepulauan Kai, Perairan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Timur Kepulauan Tanimbar, Perairan Barat Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Leti, Laut Banda, serta Laut Arafura bagian barat dan tengah.
BMKG mengingatkan kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Maluku, Capai 2 Meter Lebih
Perahu nelayan diminta waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut diimbau meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas pelayaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG