MALUKU - Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Laksamana Pertama TNI Muhammad Risahdi mewakili Panglima Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menghadiri Workshop Mekanisme Pengamanan Laut di Wilayah Kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Papua dan Maluku di Swiss-Belhotel Ambon, Selasa, 12 Mei 2026.
Workshop tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi, sinergi, dan mekanisme pengamanan laut terhadap wilayah operasi KKKS sektor minyak dan gas (migas) di Papua dan Maluku yang merupakan objek vital nasional.
Kegiatan itu juga bertujuan membangun kesamaan persepsi dan langkah terpadu antar pemangku kepentingan maritim, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta perusahaan migas guna menciptakan stabilitas keamanan laut yang kondusif.
Dengan sebagian besar wilayah operasi berada di kawasan perairan strategis dan memiliki tingkat kerawanan tertentu, penguatan sistem pengamanan laut dinilai penting untuk mendukung kelancaran operasional sektor energi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Wadan Kodaeral IX menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan dan keselamatan wilayah laut, khususnya area operasi migas yang menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional.
Menurutnya, sinergi antara TNI AL, SKK Migas, KKKS, dan instansi terkait diharapkan mampu mewujudkan sistem pengamanan yang efektif, responsif, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di laut.
Baca juga: Tingkatkan Akuntabilitas, Tim Audit Kinerja Kodaeral IX Sambangi Lanal Tual
Turut mendampingi Wadan Kodaeral IX, antara lain Kapok Sahli Kodaeral IX Kolonel Laut (PM) Joko Tri Suhartono, Asops Panglima Kodaeral IX Kolonel Laut (P) Priyo Dwi Saputro, serta perwakilan Kodaeral XIV Sorong.
Selain unsur TNI AL, workshop juga dihadiri perwakilan SKK Migas, perusahaan KKKS wilayah Papua dan Maluku, stakeholder maritim, serta instansi pemerintah terkait. Sejumlah perusahaan migas yang hadir di antaranya Pertamina EP, CITIC Seram Energy Ltd, BP Indonesia, Inpex Masela, ConocoPhillips, RH Petrogas, PHE Binaiya, dan EnQuest. Melalui workshop tersebut diharapkan tercipta mekanisme koordinasi pengamanan laut yang semakin solid dan terpadu, sehingga aktivitas operasional sektor migas di wilayah Papua dan Maluku dapat berjalan aman, lancar, serta mendukung kepentingan strategis nasional di bidang energi dan keamanan maritim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: