Selasa, 02 JUNI 2026 • 17:33 WIB

Wawali Ambon Dorong Pendataan Pelaku Ekonomi Digital Daerah

Author

Data Akurat Dukung Kebijakan Ekonomi Lebih Tepat (MCAMBON)

MALUKU – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menekankan pentingnya pendataan pelaku ekonomi digital dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar berbagai profesi baru yang berkembang di era teknologi dapat terakomodasi dalam sistem statistik nasional dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Calon Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) di Amaris Hotel Ambon, Senin (2/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wawali didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, Kepala Dinas Perikanan Henly Claudya Simatauw, serta Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Ambon, Titi Oratmangun.

Menurut Ely Toisutta, transformasi digital telah melahirkan berbagai jenis pekerjaan dan model usaha baru yang memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, keberadaan mereka perlu dicatat secara akurat agar dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan yang berbasis data.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru dalam Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan proses pendataan dengan perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis.

Profesi seperti kreator konten, influencer, pembuat video digital, hingga pelaku usaha berbasis platform daring kini menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi yang terus berkembang. Kehadiran sektor-sektor tersebut, menurutnya, telah menciptakan peluang kerja baru sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Melalui klasifikasi yang lebih mutakhir, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai potensi ekonomi masyarakat. Data tersebut sangat penting untuk mendukung penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Wawali menilai data yang lengkap dan akurat akan membantu pemerintah dalam merancang strategi pembangunan ekonomi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola usaha masyarakat.

Selain menjadi dasar perencanaan pembangunan, hasil sensus juga akan digunakan sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan investasi, pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta berbagai program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Ely Toisutta juga mengingatkan para calon petugas sensus agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan memahami setiap materi yang diberikan sebelum turun ke lapangan.

Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada profesionalisme petugas dalam melakukan pendataan secara objektif, teliti, dan bertanggung jawab.

“Tugas petugas sensus bukan sekadar mengumpulkan angka. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam mengambil berbagai keputusan strategis, sehingga proses pendataan harus dilakukan dengan penuh integritas,” tegasnya.

Ia juga meminta para peserta menguasai penggunaan aplikasi pendataan, memahami metodologi sensus yang diterapkan, serta menjaga etika dan sikap profesional saat berinteraksi dengan masyarakat sebagai responden.

Lebih lanjut, Wawali menjelaskan bahwa sensus ekonomi tidak hanya menghasilkan data mengenai aktivitas usaha, tetapi juga menyediakan informasi penting terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat secara umum.

Data tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah untuk merancang berbagai program pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga penyediaan lapangan kerja yang lebih luas dan berkelanjutan.

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk terus mendukung seluruh kegiatan statistik yang dilaksanakan BPS sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis data dan bukti.

“Kami ingin setiap kebijakan pembangunan yang diambil benar-benar berlandaskan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ambon.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU