Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 MARET 2026 • 12:30 WIB

Danau Hohong: Misteri Perempuan Hilang yang Jadi Asal Nama Danau di Seram Barat

Danau Hohong: Misteri Perempuan Hilang yang Jadi Asal Nama Danau di Seram BaratMisteri Hohong hilang tanpa jejak

MALUKU – Di balik keindahan alam Pulau Seram, terdapat berbagai kisah misteri yang hidup dalam ingatan masyarakat hingga kini. Salah satunya adalah legenda tentang Danau Hohong, sebuah danau kecil yang terletak tidak jauh dari Negeri Piru.

Danau ini mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang, namun bagi masyarakat setempat, tempat ini menyimpan cerita yang penuh kejanggalan dan diyakini memiliki aura mistis. Kisah tentang hilangnya seorang perempuan bernama Hohong menjadi asal-usul nama danau ini, sekaligus meninggalkan jejak ketakutan yang bertahan hingga sekarang.

Menurut cerita turun-temurun, Danau Hohong telah ada sejak zaman para datuk atau leluhur masyarakat Seram. Danau ini tidak terlalu luas, namun memiliki kedalaman yang cukup signifikan, yakni sekitar 25 meter. Lokasinya yang berada sekitar 1,5 kilometer dari pusat Negeri Piru menjadikannya mudah dijangkau oleh warga.

Pada masa lalu, danau ini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Warga sering datang untuk mandi, mencuci pakaian, bahkan sekadar mengambil air. Di sekitar danau terdapat sebuah batu besar yang menjadi tempat favorit untuk duduk sekaligus digunakan sebagai alas mencuci.

Danau ini juga dikenal sebagai milik bersama dua keluarga besar, yakni marga Kekalessy/Nussy dan Salelua. Hal ini menunjukkan bahwa danau tersebut tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kultural dalam kehidupan masyarakat setempat.

Kisah misterius ini bermula dari aktivitas yang sangat biasa. Pada suatu hari, sekelompok perempuan datang ke danau untuk mencuci, seperti yang mereka lakukan setiap hari.

Di antara mereka, terdapat seorang perempuan bernama Hohong. Ia duduk di atas batu besar yang biasa digunakan untuk mencuci sambil menyelesaikan pekerjaannya.

Setelah semua selesai, para perempuan itu bersiap untuk pulang. Namun, saat Hohong hendak berdiri, sesuatu yang aneh terjadi. Ia tidak mampu bangkit dari tempat duduknya.

Awalnya, hal itu dianggap biasa, mungkin karena kelelahan atau posisi duduk yang tidak nyaman. Namun, ketika teman-temannya mencoba membantu, mereka justru menemukan hal yang jauh lebih janggal.

Hohong tampak seolah-olah melekat pada batu tersebut. Ketika ditarik, tubuhnya tidak bergerak, bahkan terasa semakin menyatu dengan batu. Upaya yang dilakukan oleh teman-temannya justru tidak membuahkan hasil.

Situasi ini membuat mereka panik. Ketakutan mulai menyelimuti suasana di tepi danau yang sebelumnya tenang. Tidak ada yang bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi.

Akhirnya, para perempuan itu memutuskan untuk kembali ke kampung guna meminta bantuan warga lain. Mereka berlari dengan penuh ketakutan, berharap ada orang yang bisa menolong Hohong dari kejadian yang tidak masuk akal itu.

Warga kampung segera berkumpul dan bergegas menuju lokasi danau setelah mendengar kabar tersebut. Namun, saat mereka tiba di tempat kejadian, pemandangan yang mereka temukan justru semakin mengejutkan.

Hohong sudah tidak ada. Ia menghilang tanpa jejak bersama batu tempat ia duduk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Mitos-Mitos Berlatar Belakang Sejarah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Danau Hohong: Misteri Perempuan Hilang yang Jadi Asal Nama Danau di Seram Barat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!